Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Juli 2026 | 15.26 WIB

Harga TBS Sawit Dipastikan Kembali Menguat, Mentan Ultimatum Perusahaan yang Nakal Akan Ditindak Tegas

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Istimewa) - Image

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Istimewa)

JawaPos.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi praktik yang merugikan petani sawit. Amran memastikan perusahaan yang sengaja menekan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit akan ditindak tegas karena berdampak langsung terhadap kesejahteraan jutaan petani di Indonesia.

“Harga sawit dunia mencapai sekitar Rp27 ribu per kilogram, sementara di Indonesia sempat berada di kisaran Rp14 ribu hingga Rp15 ribu. Ketika nilai dolar menguat, yang seharusnya menikmati keuntungan adalah petani sawit, petani kopi, petani kakao, dan petani kelapa. Tapi justru harga sempat turun. Ini ada apa?” kata Amran saat berdialog dengan petani dan pemerintah daerah di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (14/7).

Amran mengungkapkan, saat mengetahui harga TBS sawit mengalami penurunan, dirinya langsung melaporkan kondisi tersebut kepada Presiden Prabowo, bahkan ketika masih berada di Tanah Suci.

“Kami ditelepon. Saya sampaikan, selesai berdoa kami langsung bekerja. Kalau ada perusahaan yang tidak menaikkan harga dan menyakiti petani, bila perlu kita tutup perusahaannya. Ini menyangkut kehidupan sekitar 15 juta petani sawit di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Menurut Mentan Amran, langkah cepat pemerintah mulai menunjukkan hasil. Setelah pemerintah mengumumkan penguatan pengawasan terhadap harga sawit, harga TBS berangsur pulih. Namun, ia mengingatkan masih ada pihak-pihak yang berupaya kembali menekan harga.

“Alhamdulillah, setelah kita umumkan langkah pemerintah, harga langsung bergerak naik dan sekarang sudah mulai pulih. Tetapi saya ingatkan, masih ada yang coba-coba menurunkan harga lagi. Kalau ada, Satgas akan menindak tegas,” ujarnya.

Amran menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan praktik tata niaga yang merugikan petani terus berlangsung. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan petani sebagai pelaku utama produksi pangan dan perkebunan.

“Kalau mau negara berhasil, jangan sakiti rakyat. Temani rakyat, dorong rakyat untuk berproduksi. Itu tugas kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, Amran mengatakan sawit merupakan salah satu komoditas strategis nasional dengan nilai ekspor yang sangat besar. Karena itu, pemerintah terus melakukan pembenahan tata niaga agar nilai tambah komoditas dapat dinikmati lebih besar oleh petani sekaligus meningkatkan devisa negara.

“Kalau seluruh potensi sawit bisa dioptimalkan dan harga petani terjaga, nilai ekspor Indonesia akan meningkat signifikan. Karena itu pemerintah akan terus hadir memastikan petani memperoleh harga yang adil,” pungkas Amran.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore