
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pengamat Ekonomi, Ibrahim Assuaibi, mengatakan target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebesar 8 persen akan sulit tercapai jika kondisi sistem hukum dan lingkungan bisnis yang tidak memadai.
Menurutnya, negara dengan sistem hukum yang buruk cenderung akan mengalami hambatan bagi kinerja dan pertumbuhan ekonominya.
“Ini bukan hanya teoritis, tetapi faktual terjadi di berbagai negara dengan sistem hukum yang lemah. Oleh karena itu, sasaran pertumbuhan menuju 8 persen sangat sulit dicapai jika lingkungan bisnisnya rusak seperti kasus hukum yang terjadi sekarang ini.” Ujar Ibrahim dalam pesan yang diterima, Senin (13/7).
Ibrahim mengatakan, kepastian hukum merupakan salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan investor dalam menanamkan modal. Menurutnya, ketika sistem hukum dinilai tidak memberikan kepastian dan perlindungan yang memadai, kepercayaan pelaku usaha akan menurun sehingga berdampak pada iklim investasi dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
"Dengan hukum yang hancur seperti ini, maka tidak ada lagi kepastian hukum. Ditambah lagi kebijakan yang tidak pro pasar, kondisi tersebut akan memicu vote of no confidence dari pelaku usaha dan investor. Akibatnya, perekonomian akan terhambat dan pada akhirnya menyulitkan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Bank Dunia (World Bank) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan melambat di level 5,0 persen. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan proyeksi pada April lalu yang memproyeksikan laju produk domestik bruto (PDB) Indonesia berada di level 4,7 persen.
Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi RI pada 2026 terjadi karena kinerja triwulan I kuat dari perkiraan dan bahwa terjadi konsentrasi pengeluaran publik di awal tahun, alih-alih lingkungan eksternal atau penilaian risiko yang membaik.
Namun, dalam laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) Juni 2026 bertajuk Managing Risks, Unlocking Productivity, Bank Dunia menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan naik 0,2 persen dari proyeksi 2026 menjadi 5,2 persen pada tahun 2027-2028.
“Pertumbuhan PDB diproyeksikan akan melambat menjadi 5,0 persen di tahun 2026, seiring dengan tekanan eksternal yang membebani investasi dan ekspor, kemudian naik menjadi 5,2 persen pada tahun 2027–2028,” tulis Bank Dunia dalam laporan tersebut dikutip Sabtu (13/6).

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
