
ILUSTRASI. Anak muda.
JawaPos.com - Di tengah upaya mendorong kemandirian ekonomi generasi muda, akses permodalan yang terbatas serta minimnya pendampingan usaha masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak pelaku usaha muda di Indonesia.
Survei Jajak Pendapat (Jakpat) 2026, menunjukkan 60 persen generasi muda mengaku belum memiliki cukup dana untuk memulai usaha dan 41 persen merasa bingung harus mulai dari mana.
Padahal di sisi lain, UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 97 persen tenaga kerja Indonesia, berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian 2025.
Menjawab permasalahan tersebut, berbagai inisiatif yang menggabungkan pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, bantuan modal, dan pendampingan berkelanjutan dinilai penting untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperbesar peluang usaha berkembang secara berkelanjutan.
Salah satunya lewat kolaborasi yang dilakukan Prudential Syariah dan LAZ Al-Azhar untuk hadir bukan hanya sebagai pemberi modal, tetapi sebagai mitra perjalanan generasi muda menuju kemandirian ekonomi serta menjadi entrepreneur di masa depan.
"Melalui SIGAP dan Satu Social Space, kami ingin memastikan bahwa setiap generasi muda Indonesia, terutama yang selama ini menghadapi keterbatasan akses proteksi, memiliki ruang untuk bertumbuh dan keberanian untuk bermimpi lebih besar. Hal ini juga menjadi esensi dari kampanye Satu Yang Melindungi, perlindungan yang hadir di setiap ruang kehidupan, di setiap tahap perjalanan keluarga Indonesia," ujar Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama di Jakarta dikutip Jumat (26/6).
Inisiatif ini dirancang sebagai ekosistem pemberdayaan menyeluruh bagi para peserta terpilih baik dari masyarakat umum maupun alumni santri Rumah Gemilang Indonesia (RGI), pusat pemberdayaan pemuda produktif binaan LAZ Al-Azhar untuk mencetak ribuan generasi mandiri dari seluruh Indonesia.
Peserta akan mendapatkan pelatihan manajemen keuangan, literasi dan inklusi keuangan syariah, bantuan modal usaha, pelatihan kewirausahaan, pendampingan selama dua tahun ke depan, serta monitoring berkelanjutan oleh LAZ Al-Azhar dan Prudential Syariah.
Tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis dan akses permodalan, SIGAP juga menanamkan nilai akhlakul karimah sebagai fondasi dalam berwirausaha, agar setiap usaha yang lahir membawa keberkahan bagi pelaku maupun masyarakat sekitarnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
