Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juni 2026 | 15.14 WIB

Rupiah Diprediksi Kembali Melemah pada 24 Juni, Ini Penyebabnya

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Rabu (24/6), setelah sebelummya ditutup melemah 16 poin menjadi Rp 17.859 per dollar AS pada perdagangan Selasa (23/6).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, Sentimen pasar membaik setelah Washington mengeluarkan izin umum 60 hari yang memungkinkan penjualan, pengiriman, dan impor minyak mentah dan produk minyak bumi Iran sebagai bagian dari negosiasi yang sedang berlangsung dengan Teheran.

Langkah ini dilakukan setelah pejabat AS dan Iran melaporkan kemajuan menuju kesepakatan perdamaian yang lebih luas dan perpanjangan kerangka kerja gencatan senjata sementara.

Para pejabat Iran pada hari Senin menggambarkan pembicaraan terbaru sebagai telah mencapai "kemajuan besar," sementara laporan media mengatakan Teheran telah mengamankan keringanan ekspor minyak dan petrokimia seiring berlanjutnya diskusi menuju kesepakatan akhir yang diharapkan dalam waktu 60 hari.

“Prospek kembalinya tambahan barel minyak Iran ke pasar menutupi risiko geopolitik yang masih ada,” ujar Ibrahim dikutip Rabu (24/6).

Ibrahim mengatakan, di sisi internal , pasar juga terus memantau tentang rentetan persoalan yang menimpa sejumlah perusahaan manufaktur mulai dari penghentian produksi, perumahan karyawan, keterlambatan pembayaran gaji hingga relokasi investasi ke negara lain dinilai menjadi sinyal melemahnya daya saing industri manufaktur nasional.

Terdapat empat perusahaan yang terancam melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawannya imbas panasnya situasi global, yakni perang antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel. Salah satunya, perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto yang terancam melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya.

“Kondisi yang tidak menentu membuat principle di Jepang memindahkan sebagian produksinya serta melakukan diversifikasi ke komponen kendaraan listrik,” ujarnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore