
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (30/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mempertahankan Indonesia dalam kelompok pasar berkembang (emerging market) dinilai memberikan kepastian bagi pasar keuangan nasional. Namun, langkah tersebut juga menjadi pengingat bahwa reformasi pasar modal dan pasar keuangan Indonesia masih harus terus dilanjutkan.
Kepala Ekonom PermataBank, Josua Pardede, mengatakan penilaian MSCI menunjukkan sejumlah aspek pasar keuangan Indonesia telah berada pada posisi yang relatif baik.
Beberapa di antaranya adalah keterbukaan kepemilikan asing, batas kepemilikan asing, ruang kepemilikan asing, proses pendaftaran investor, aturan pasar, layanan kustodian, pencatatan, perdagangan, serta ketersediaan instrumen investasi.
Namun, MSCI masih mencatat sejumlah kelemahan pada kebebasan pasar valuta asing dan arus informasi, serta beberapa area yang masih perlu perbaikan seperti penyelesaian transaksi, pemindahan kepemilikan, pinjam meminjam saham, dan transaksi jual saham yang belum dimiliki.
“Ini berarti status pasar berkembang harus dipertahankan dengan reformasi pasar, bukan hanya dengan komunikasi kebijakan,” ujar Josua saat dikonfirmasi JawaPos, Minggu (21/6).
Keputusan MSCI mempertahankan Indonesia di kelompok pasar berkembang juga penting karena mengurangi risiko tekanan jual dari pengelola dana global yang mengikuti acuan MSCI.
Dalam laporan MSCI, Indonesia tetap berada dalam kelompok pasar berkembang Asia Pasifik bersama negara seperti India, Korea, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Thailand.
Josua mengatakan, hasil tersebut membantu menjaga akses Indonesia ke basis investor global yang lebih besar dibandingkan apabila turun kelas. Namun, dampaknya lebih bersifat menahan kerusakan daripada langsung menciptakan lonjakan arus dana masuk.
“Karena investor tetap akan menilai stabilitas rupiah, arah suku bunga, kredibilitas fiskal, kinerja emiten, dan kualitas tata kelola pasar,” ujarnya.
Untuk itu, ia menilai bahwa pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan pelaku pasar perlu memanfaatkan keputusan MSCI ini untuk mempercepat reformasi pasar modal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022