
ILUSTRASI. Warteg Gang Mangga. Pembeli warteg berkurang seiring kenaikan dolar AS. (YouTube 10 Best ID).
JawaPos.com – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang menembus level Rp 18.000 mulai berimbas di kalangan pelaku usaha warung tegal (warteg). Tak hanya omzet yang menyusut, pelanggan warteg kini juga semakin berhemat dengan memilih menu makan yang lebih murah dan mengurangi jumlah lauk yang dibeli.
Izzudin Zidan, salah satu pedagang warteg di kawasan Puri Kembangan, Kembangan, Jakarta Barat, yang kebetulan terkena imbasnya. Zidan menilai kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah beberapa pekan terakhir ini membuat omzetnya turun.
Zidan bilang, para pelanggan yang biasanya membeli berbagai macam lauk dan sayur, kini membatasi anggaran makan maksimal Rp 20.000, sudah dengan minum.
"Pelanggan yang biasa pesan dua menu ayam dan telor, sama sayur, sekarang pelanggan cuma satu menu, paling hanya nasi dan telor (tanpa sayur) doang," kata Zidan, saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (5/6).
Lebih parahnya lagi, lanjut Zidan, pelanggan yang makan di warungnya kini menurun hingga 50 persen dari sebelumnya. Padahal, lokasi warteg milik Zidan cukup strategis karena berada di kawasan perkantoran.
"Kalau lagi ramai biasanya 150 orang lebih tuh, sekarang paling 70, 75 orang aja," akunya.
Dikatakan Zidan, usaha warteg merupakan jenis usaha yang sangat sensitif terhadap kenaikan harga bahan baku. Adanya pelemahan rupiah, lanjut dia, dapat memicu kenaikan harga barang pokok. Ia khawatir kondisi ini dapat berpengaruh terhadap keberlangsungan operasional wartegnya.
Apa yang dirasakan Zidan juga diamini oleh sejumlah warteg lain di berbagai daerah. Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni membeberkan beberapa gambaran atau situasi di balik etalase kaca warteg saat ini.
Pertama, adanya pembatasan anggaran makan atau fenomena "Pas Rp 20.000". Menurut dia, pembeli kini tidak lagi membeli menu secara keinginan, melainkan berdasakan sisa uang di dalam dompet.
Bahkan, di beberapa kasus, pembeli melakukan trik todong harga Rp 15.000 sekali makan. Padahal sebelumnya, diakui Mukroni, uang yang dikeluarkan para penikmat sajian warteg bisa mencapai Rp 35.000 per porsi.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
