Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Juni 2026 | 23.36 WIB

Purbaya: Resiliensi Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak, Keseimbangan Primer APBN Surplus Rp 58,6 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6). (dok. Humas Kemenkeu) - Image

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6). (dok. Humas Kemenkeu)

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah berbagai tantangan global. Kinerja ekonomi nasional pada triwulan I 2026 tercatat tumbuh 5,61 persen (year-on-year/YoY), menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan terbaik di kawasan ASEAN dan kelompok G20. 

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, meredanya berbagai indikator volatilitas global memberikan ruang yang lebih kondusif bagi aktivitas ekonomi. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai sejumlah risiko eksternal, terutama perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah yang masih berpotensi memengaruhi perekonomian dunia.

Menurut Menkeu Purbaya, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang kuat, peningkatan investasi, serta percepatan belanja pemerintah.

"Perkembangan realisasi asumsi dasar ekonomi makro 2026 menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi masih berada di atas 5 persen, ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan akselerasi belanja pemerintah," ujar Menkeu Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6).

Aktivitas sektor riil domestik juga terus menguat. Konsumsi masyarakat meningkat didorong oleh belanja barang konsumsi, kebutuhan rumah tangga, dan mobilitas masyarakat.

Keyakinan konsumen tetap berada pada level optimistis, sementara penjualan kendaraan bermotor, konsumsi listrik, dan konsumsi semen menunjukkan tren peningkatan seiring normalisasi aktivitas pasca-Idul Fitri dan percepatan program prioritas pemerintah.

Manufaktur kembali ke Zona Ekspansi

Di sektor manufaktur, Indonesia kembali masuk ke zona ekspansi dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) mencapai 50,0 pada Mei 2026. Capaian tersebut menunjukkan perbaikan permintaan domestik di tengah tekanan eksternal yang masih berlangsung.

Inflasi Terkendali

Menkeu Purbaya juga menyoroti kondisi inflasi yang tetap terkendali. Inflasi nasional tetap terjaga pada level 3,08 persen sehingga daya beli masyarakat dapat dipertahankan.

Kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan akibat faktor cuaca dan penyesuaian harga avtur maupun BBM nonsubsidi masih dapat dikelola melalui penguatan cadangan pangan serta kebijakan subsidi energi yang tepat sasaran.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore