
Calon Ketua Umum BPP HIPMI, Reynaldo Bryan. (Istimewa)
JawaPos.com - Calon Ketua Umum BPP HIPMI, Reynaldo Bryan, menegaskan keberhasilan program hilirisasi nasional tidak semata-mata diukur dari besarnya investasi yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, ukuran utama keberhasilan hilirisasi juga harus dilihat dari pemerataan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan pelaku usaha di daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Reynaldo dalam Debat Ketiga Calon Ketua Umum BPP HIPMI. Agenda itu turut dihadiri Pendiri HIPMI Abdul Latief, Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari, serta sejumlah panelis nasional seperti Sandiaga Uno, Raja Sapta Oktohari, Kiki Verico, dan Fithra Faisal Hastiadi.
Dalam pemaparannya, Reynaldo menilai tantangan utama pelaksanaan hilirisasi selama ini adalah belum meratanya distribusi manfaat ekonomi, khususnya di wilayah penghasil komoditas.
“Pada prinsipnya, masalah utama hilirisasi yang selama ini terjadi di berbagai daerah adalah manfaat ekonominya yang belum terdistribusi secara merata. Karena itu, investasi dan industri yang tumbuh harus tetap melibatkan pengusaha lokal sehingga dapat memberikan nilai tambah yang nyata bagi pelaku usaha di daerah,” kata Reynaldo, Kamis (4/6).
Ia menekankan, pengusaha daerah tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus investasi. Menurutnya, pelaku usaha lokal harus terlibat langsung dalam rantai nilai industri agar mampu meningkatkan kapasitas bisnis sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
Reynaldo juga menilai konsep hilirisasi ke depan perlu dibangun dengan pendekatan yang lebih inklusif. Keberadaan pabrik maupun fasilitas pengolahan dinilai belum cukup jika tidak disertai penciptaan ekosistem usaha yang membuka ruang pertumbuhan bagi UMKM dan pengusaha lokal.
“Hilirisasi harus bersifat inklusif melalui penguatan rantai pasok lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, serta kebijakan yang memastikan dampak ekonominya benar-benar dirasakan oleh pengusaha-pengusaha daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Reynaldo menyebut HIPMI memiliki posisi strategis untuk menjembatani kepentingan pengusaha daerah dengan agenda pembangunan nasional.
Ia meyakini, keterlibatan pelaku usaha lokal dalam proyek hilirisasi akan mempercepat pemerataan ekonomi sekaligus melahirkan lebih banyak pengusaha tangguh di berbagai wilayah Indonesia.
“Jangan sampai daerah hanya menjadi lokasi investasi, tetapi manfaat ekonominya tidak kembali kepada masyarakat dan pelaku usaha setempat. Hilirisasi harus menjadi instrumen untuk menciptakan pemerataan, memperkuat pengusaha lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
