Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juni 2026 | 22.34 WIB

4 Perbedaan Penting Pertalite dan Pertamax yang Jarang Disadari, Bukan Cuma Soal Harga

Ilustrasi harga BBM Pertamina Terbaru. (Dok JawaPos.com) - Image

Ilustrasi harga BBM Pertamina Terbaru. (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Banyak pemilik kendaraan memilih bahan bakar berdasarkan harga yang tertera di papan SPBU. Pertalite sering menjadi pilihan karena lebih ramah di kantong, sementara Pertamax dianggap sebagai opsi yang lebih premium dengan harga yang lebih tinggi.

Namun, perbedaan kedua jenis BBM ini bukan hanya soal harga. Kandungan, kualitas pembakaran, hingga pengaruhnya terhadap performa dan kondisi mesin dalam jangka panjang juga menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Karena itu, sebelum menentukan pilihan, ada baiknya kamu memahami sejumlah perbedaan mendasar antara Pertalite dan Pertamax.

Berikut 4 perbedaan Pertalite dan Pertamax seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia?

1. Perbedaan Angka Oktan Berpengaruh pada Kinerja Mesin

Salah satu pembeda utama antara Pertalite dan Pertamax terletak pada angka oktan atau Research Octane Number (RON). Pertalite memiliki RON 90, sedangkan Pertamax memiliki RON 92.

Angka oktan menunjukkan kemampuan bahan bakar dalam menahan tekanan sebelum terbakar di ruang mesin. Semakin tinggi nilai oktan, semakin stabil proses pembakarannya ketika mesin bekerja pada tekanan tinggi. Karena itu, Pertamax umumnya lebih cocok digunakan pada kendaraan modern yang memiliki rasio kompresi mesin lebih tinggi.

Jika spesifikasi kendaraan memang membutuhkan bahan bakar beroktan lebih tinggi, penggunaan BBM yang sesuai dapat membantu mesin bekerja lebih optimal dan mengurangi risiko pembakaran yang kurang sempurna.

2. Tarikan Mesin Bisa Terasa Berbeda

Banyak pengendara mengaku merasakan perbedaan respons mesin saat beralih dari Pertalite ke Pertamax. Hal ini berkaitan dengan proses pembakaran yang lebih stabil sehingga tenaga yang dihasilkan mesin dapat tersalurkan dengan lebih baik.

Pada kendaraan dengan teknologi mesin yang lebih baru, penggunaan bahan bakar beroktan tinggi biasanya membuat akselerasi terasa lebih halus dan responsif. Sebaliknya, jika mesin yang dirancang untuk oktan tinggi menggunakan bahan bakar dengan angka oktan lebih rendah, sistem kendaraan akan melakukan penyesuaian yang dapat memengaruhi performa.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore