
BTN dan Pindad menandatangani kerja sama fasilitas pembiayaan Rp 1,5 triliun untuk mendukung produksi Maung MV3, amunisi, dan proyek strategis industri pertahanan nasional. (Istimewa)
JawaPos.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat dukungannya terhadap industri strategis nasional dengan menjalin kerja sama pembiayaan senilai Rp 1,5 triliun bersama PT Pindad. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Loan Facility yang berlangsung di Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya BTN dalam mendukung penguatan industri pertahanan nasional sekaligus memperluas peran perseroan melalui strategi transformasi bisnis Beyond Mortgage.
Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu, Direktur Utama PT Pindad Prof. Sigit Puji Santosa, Direktur Keuangan dan SDM Pindad Tambok Parulian Setyawati Simanjuntak, Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto, serta Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa Nugraha.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan penguatan industri pertahanan menjadi kebutuhan strategis di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Menurut dia, pemerintah juga menempatkan sektor pertahanan sebagai salah satu prioritas nasional yang tercermin dari alokasi anggaran pertahanan dalam APBN 2026 yang mencapai lebih dari Rp 180 triliun.
"Kami berharap dukungan BTN ini dapat meningkatkan kapasitas produksi Pindad yang tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi industri baja, logam, elektronika, manufaktur, logistik, hingga penyerapan tenaga kerja nasional," ujar Nixon.
Sebagai perusahaan strategis pertahanan nasional, PT Pindad memiliki peran penting dalam memproduksi berbagai kebutuhan pertahanan dan keamanan, mulai dari kendaraan taktis, kendaraan tempur, senjata, munisi, hingga berbagai peralatan khusus untuk TNI dan Polri.
Untuk mendukung berbagai proyek strategis tersebut, BTN menyediakan fasilitas pembiayaan senilai Rp1,5 triliun yang terdiri atas fasilitas Cash Loan atau Kredit Modal Kerja (KMK) Kontraktor sebesar Rp125 miliar dan fasilitas Non-Cash Loan sebesar Rp1,375 triliun.
Fasilitas Non-Cash Loan tersebut mencakup Bank Garansi, Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), serta Letter of Credit (LC) dengan sub-limit Trust Receipt.
Nixon menjelaskan, pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendukung proyek-proyek strategis yang berasal dari kementerian dan lembaga negara, baik yang dibiayai melalui APBN murni maupun skema pinjaman dalam dan luar negeri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
