Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Mei 2026 | 05.38 WIB

Prabowo Dorong Ekspor Perikanan, Tambak Udang Kebumen Tembus Rp134 Miliar per Tahun

Presiden Prabowo Subianto melaksanakan panen raya udang dan meninjau kegiatan sortir hasil panen di lokasi tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev - Image

Presiden Prabowo Subianto melaksanakan panen raya udang dan meninjau kegiatan sortir hasil panen di lokasi tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto secara langsung meninjau panen raya udang vannamei di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5). Prabowo menyebut satu hektare tambak mampu menghasilkan hingga 40 ton udang per siklus.

Menurut Prabowo, angka produksi tersebut menunjukkan besarnya potensi sektor perikanan nasional jika dikelola dengan teknologi modern dan tata kelola terpadu.

“Jadi sangat menjanjikan, tadi saya diberi laporan 1 hektare bisa menghasilkan 40 ton, luar biasa 40 ton ya dan harganya sangat bagus, harganya 70 ribu rupiah per kilo. Berarti per ton 70 juta rupiah,” ujar Prabowo dalam sambutannya seperti dipantau secara daring di Jakarta, Sabtu (23/5).

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo meninjau langsung dan turut menarik jaring udang bersama para petani tambak. Untuk diketahui, Kawasan BUBK Kebumen sendiri memiliki luas sekitar 100 hektare dan dikembangkan dengan konsep best practice budidaya udang modern.

Sistem pengelolaan kawasan itu mencakup saluran intake, kolam tandon, pemisahan saluran inlet dan outlet, kolam produksi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga fasilitas penunjang lainnya.

Prabowo mengatakan, produktivitas tinggi sektor budidaya udang menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat ekspor perikanan sekaligus membuka lapangan kerja baru di daerah.

Saat ini, BUBK Kebumen memiliki 206 petak kolam dengan nilai produksi mencapai sekitar Rp67,2 miliar per siklus. Dalam setahun, nilai produksinya diperkirakan bisa menembus Rp134,4 miliar.

Tak hanya itu, kawasan budidaya modern tersebut juga menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal. Melihat potensinya yang besar, itu sebabnya Prabowo menyebut tengah membangun proyek budidaya udang berskala lebih besar di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat produksi udang nasional berbasis teknologi modern.

“Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap sekarang 650 orang setempat bekerja dan kita sudah membangun di Waingapu 2 ribu hektare,” pungkasnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore