Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Mei 2026 | 22.23 WIB

Ancaman Kelangkaan LPG, Pertamina Siapkan Minyak Tanah 421 KL untuk Papua Barat

Petugas merapikan tabung LPG nonsubsidi ukuran 12 kg di salah satu agen, Depok, Jawa Barat, Senin (20/4/2026). Kelangkaan LPG membuat sejumlah warga di Papua Barat kembali gunakan minyak tanah. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Petugas merapikan tabung LPG nonsubsidi ukuran 12 kg di salah satu agen, Depok, Jawa Barat, Senin (20/4/2026). Kelangkaan LPG membuat sejumlah warga di Papua Barat kembali gunakan minyak tanah. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan skenario mitigasi kelangkaan liquefied petroleum gas (LPG) di Provinsi Papua Barat melalui peralihan sementara penggunaan minyak tanah seiring dengan ketegangan geopolitik global.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Papua Barat Ahmad Sofyan Halim, mengatakan kebutuhan mitigasi minyak tanah menggantikan konsumsi LPG diperkirakan mencapai 421 kiloliter dalam periode 3 bulan.

"Apabila benar-benar terjadi kelangkaan LPG, maka kami sudah siapkan skenario mitigasi," kata Sofyan, dikutip dari Antara, Selasa (19/5).

Perhitungan tersebut, kata dia, berdasarkan data realisasi konsumsi LPG sebesar 336,8 metrik ton dengan konversi energi, yakni 1 metrik ton LPG setara penggunaan 1,96 kiloliter dan 1 kiloliter minyak tanah setara 0,8 metrik ton LPG.

Stok minyak tanah masih surplus apabila skenario mitigasi diterapkan dengan tambahan kebutuhan mitigasi 421 kiloliter, dan penyaluran diperkirakan mencapai 6.375 kiloliter atau masih di bawah kuota triwulanan yang tersedia.

"Tentu kami tidak ingin hal ini (kelangkaan LPG) terjadi. Tapi jika terjadi maka bisa diantisipasi dengan minyak tanah," jelasnya.

Ia menjelaskan, kuota minyak tanah untuk tujuh kabupaten di Papua Barat pada 2026 mencapai 27.182 kiloliter atau sekitar 6.796 kiloliter kebutuhan per tiga bulan dengan realisasi penyaluran Januari-April sebesar 29 persen.

Alokasi minyak tanah Manokwari 11.469 kiloliter, Fakfak 5.908 kiloliter, Teluk Bintuni 3.626 kiloliter, Kaimana 2.800 kiloliter, Manokwari Selatan 1.429 kiloliter, Teluk Wondama 1.274 kiloliter, dan Pegunungan Arfak 676 kiloliter.

"Realisasi penyaluran kepada masyarakat terhitung sejak Januari hingga April 2026 mencapai 7.898 kiloliter," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore