
Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor usai menerima kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait di kantor Bank BSN Jakarta, Rabu (13/5). (Istimewa).
JawaPos.com — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memantapkan posisinya sebagai salah satu pemeran utama dalam penyaluran KPR Subsidi nasional. Hingga April 2026, perseroan mencatatkan performa signifikan dengan menguasai pangsa pasar KPR Subsidi yang terus menguat di tengah dorongan program perumahan rakyat.
Berdasarkan data kinerja periode Januari hingga April 2026, Bank BSN telah berhasil merealisasikan penyaluran KPR Subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 16.523 unit. Capaian tersebut setara dengan total plafon pembiayaan senilai Rp2,7 triliun yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Konsistensi dan komitmen Bank BSN dalam menyalurkan KPR Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terus tercermin pada peningkatan kinerja realisasi setiap tahunnya. Sebelumnya di 2025 realisasi KPR subsidi sebesar 59.463 unit, tahun ini kita targetkan sebanyak 73.700 unit. Ini bentuk komitmen Bank BSN untuk mendukung Program 3 Juta Rumah," kata Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor usai menerima kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait di kantor Bank BSN Jakarta, Rabu (13/5).
Lebih lanjut, pencapaian Bank BSN hingga akhir April 2026 menempatkan perseroan pada posisi kedua secara nasional dengan pangsa pasar perumahan KPR Subsidi sebesar 23,4%.
Adapun segmen perbankan syariah, Bank BSN menempati posisi pertama dan menguasai pangsa pasar KPR Subsidi Syariah mencapai 84% atau setara 16.523 unit.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi tinggi atas pertumbuhan signifikan ini.
"Terima kasih Pak Dirut Bank BSN. Untuk target yang 73.700 saya optimis tercapai sesudah melihat langkah-langkah, SDM yang dipersiapkan, juga peta jalan Bank BSN. Bank BSN ini sudah nomor dua sesudah BTN, jadi ini perdana untuk penggarapan Kota Baru nanti," ungkap Menteri yang akrab disapa Ara tersebut.
Guna mengejar target akhir tahun dan mendukung program strategis pemerintah, Bank BSN didorong melalui Program KUR Perumahan senilai Rp500 miliar.
Proses KUR Perumahan ini akan dijalankan sepenuhnya oleh Bank BSN dengan persiapan yang sudah matang dan diproyeksikan mulai berjalan paling lama dua bulan ke depan setelah mendapat dukungan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain itu, Bank BSN juga bersiap masuk ke pembiayaan rumah tapak dan rumah susun subsidi sesuai aturan terbaru. Proyek mercusuar yang akan digarap adalah rencana pengembangan Kota Baru di Kabupaten Tangerang menggunakan lahan dari Kementerian Hukum seluas 3 hingga 4 hektar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Crystal Palace vs Middlesbrough di Carabao Cup: The Boro Siap Permalukan Tuan Rumah
Polisi Sebut Human Error Dibalik Kecelakaan Maut BYD M6 yang Tewaskan Sekeluarga di Kembangan Jakbar
