
Petugas menata barang bukti uang palsu saat rilis kasus pembuatan uang palsu di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Jumlah temuan uang rupiah palsu menurun dalam tiga tahun terakhir, dari rasio 5 ppm pada 2023 menjadi 1 ppm pada April 2026. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah temuan uang rupiah palsu menurun dalam tiga tahun terakhir, dari rasio 5 piece per million (ppm) atau 5 lembar per 1 juta uang beredar pada 2023 menjadi 1 ppm pada April 2026.
“Ppm itu piece per million, berarti 5 lembar per 1 juta uang yang beredar. Itu turun, sekarang hingga mendekati 1 (ppm). Jadi setiap 1 juta yang beredar, ditemukan 1 uang palsu,” kata Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali di Kantor Pusat BI, dikutip dari Antara, Minggu (17/5).
Ricky mengatakan, uang rupiah semakin sulit untuk dipastikan seiring dengan penguatan kualitas, baik bahan uang, teknologi cetak, dan unsur pengaman yang semakin modern.
Menurutnya, capaian atas penurunan tren temuan uang palsu ini juga tidak lepas dari sinergi dan koordinasi yang erat dari berbagai unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) yaitu Badan Intelijen Negara, Kepolisian Negara RI, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Keuangan, termasuk juga Mahkamah Agung dan Pengadilan Negeri.
Ricky menyebut peningkatan kualitas uang rupiah mendapat pengakuan dunia, salah satunya tercermin dari penghargaan Uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2022 sebagai Seri Uang Terbaik (Best New Banknote Series) pada IACA Currency Awards 2023.
Kemudian, penghargaan untuk Uang Rupiah kertas pecahan Rp50.000 TE 2022 pada bulan November 2024 yang meraih peringkat ke-2 dunia untuk pecahan yang paling aman dan yang paling sulit dipalsukan di dunia (World’s Most Secure Currencies) dengan 17 unsur pengaman canggih versi BestBrokers.
Sebagaimana mandat langsung Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan menjaga keamanan masyarakat bertransaksi menggunakan uang rupiah, Ricky menegaskan bahwa bank sentral berkomitmen mendukung penuh seluruh upaya pemberantasan uang rupiah palsu.
Komitmen ini diwujudkan melalui pemberian klarifikasi atas uang rupiah yang diragukan keasliannya, yang diwujudkan melalui pemeriksaan oleh tenaga ahli maupun uji laboratorium.
Ricky menekankan, masyarakat memiliki peran yang semakin vital dalam mencegah peredaran uang rupiah palsu. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan semakin paham dalam memastikan keaslian uang rupiah kertas melalui metode "3D" yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
