
Gedung Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Cikini, Jakarta, Senin, (25/2/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Hilirisasi yang sering dikemukakan Presiden Prabowo Subianto diwujudkan pada 13 proyek nasional fase II. Proyek itu digawangi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya menilai, langkah tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi nasional melalui penguatan industri berbasis nilai tambah.
“Groundbreaking ini menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi ini tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar masuk ke tahap implementasi yang terukur,” kata Bambang kepada wartawan di Jakarta pada Kamis (30/4).
Menurut Bambang, arah industrialisasi nasional kini semakin jelas dengan pendekatan yang lebih sistematis. Hilirisasi menjadi instrumen strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ekspor komoditas mentah.
Baca Juga:Danantara Genjot 13 Proyek Hilirisasi Rp 116 T, Targetkan Hemat Devisa USD 1,25 M per Tahun
“Dengan hilirisasi, kita tidak hanya menjual bahan baku, tetapi membangun rantai nilai industri di dalam negeri yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar,” ujarnya.
Politikus Partai Golkar itu menambahkan, penguatan hilirisasi akan memberikan efek ganda bagi perekonomian, mulai dari peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga kontribusi terhadap penerimaan negara.
Ia mendorong seluruh proyek dapat dijalankan secara tepat waktu dengan tata kelola yang kuat. Untuk itu, penting adanya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam membangun ekosistem industri yang berkelanjutan. Semua itu dilaksanakan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan efisiensi energi.
Sementara itu, peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Mohamad Dian Revindo mengatakan, keterlibatan BPI Danantara Indonesia dalam proyek hilirisasi nasional dinilai memiliki peran krusial.
“(Proyeknya harus) feasible, tetapi harus ditopang dengan skema pembiayaan campuran antara BUMN, sovereign wealth fund (SWF), dan sektor swasta,” kata Revindo dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Kamis (30/4).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
