
Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata saat memimpin rapat terkait santunan bagi korban kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur. (Dok. BP BUMN)
JawaPos.com - Badan Pengaturan (BP) BUMN memastikan proses penyaluran santunan bagi korban kecelakaan tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur akan berjalan cepat dan tanpa hambatan administratif. Langkah ini dilakukan agar korban maupun keluarga segera mendapatkan haknya.
Kepastian tersebut disampaikan usai Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata memimpin rapat koordinasi percepatan penyaluran santunan serta penanganan layanan kesehatan bagi para korban di kantornya.
Dalam pertemuan tersebut, BP BUMN menegaskan pentingnya penanganan korban secara cepat, tepat, dan maksimal di seluruh rumah sakit rujukan. Selain itu, percepatan santunan juga menjadi fokus utama agar korban dan keluarga tidak menunggu lama.
“Seluruh korban kecelakaan kereta api agar dipastikan memperoleh penanganan terbaik, serta hak-hak korban dan keluarga, termasuk santunan, dapat dipenuhi secara cepat, tepat, dan tanpa hambatan administratif,” ujar Tedi Bharata dalam keterangan resmi, Rabu (29/4).
Ia juga memastikan seluruh biaya perawatan dan penanganan korban tidak akan dibebankan kepada keluarga. Adapun seluruh pembiayaan dijamin melalui koordinasi lintas lembaga dan perusahaan terkait.
Skema penjaminan tersebut melibatkan PT Jasa Raharja, PT Jasa Raharja Putera, PT KAI, BPJS Kesehatan, serta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan begitu, keluarga korban dapat fokus pada pemulihan tanpa dibayangi persoalan biaya pengobatan.
"BP BUMN menegaskan akan terus mengawal proses penanganan pascakecelakaan hingga seluruh hak korban terpenuhi. Koordinasi antarinstansi juga diperkuat agar layanan kesehatan, pembiayaan, hingga santunan dapat berjalan optimal, responsif, dan berpihak kepada masyarakat," tukasnya.
Sebelumnya, jumlah korban tewas akibat kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 16 orang. Hal itu setelah satu korban yang sempat dirawat di ICU RSUD Bekasi dinyatakan meninggal dunia.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan, sebelumnya terdapat tiga korban dalam perawatan intensif. Namun satu di antaranya tidak tertolong.
“Yang di ICU tiga orang. Tiga orang, dan yang satu sudah meninggal, tinggal dua orang lagi. Tapi mudah-mudahan bisa sembuh,” ujarnya usai menjenguk korban di RSUD Bekasi, Rabu (29/4).

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
