
Wajib pajak membuka lapor pajak di web Coretax di Jakarta, Selasa (11/2/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Lonjakan aktivitas pelaporan pajak pada akhir tahun menjadi tantangan bagi banyak perusahaan di Indonesia. Volume pengelolaan bukti potong Pajak Penghasilan (PPh) bahkan tercatat meningkat hingga 33,5 persen pada bulan Desember, seiring penutupan buku tahunan dan percepatan transaksi bisnis.
Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kompleksitas administrasi perpajakan, terutama setelah penerapan skema PPh Unifikasi dan sistem Coretax yang mendorong integrasi pelaporan pajak secara digital.
PPh Unifikasi sendiri merupakan mekanisme yang menggabungkan sejumlah jenis pajak, seperti PPh Pasal 4 ayat (2), Pasal 15, Pasal 22, Pasal 23, hingga Pasal 26 non-karyawan, ke dalam satu sistem pelaporan melalui e-Bupot Unifikasi.
Skema ini dirancang untuk menyederhanakan proses administrasi, namun di sisi lain menuntut kesiapan sistem yang lebih terintegrasi.
Di lapangan, tantangan terbesar muncul dari tingginya volume transaksi. Perusahaan dengan skala menengah hingga besar dapat memproses ratusan hingga ribuan bukti potong setiap bulan, terutama yang memiliki banyak vendor dan aktivitas operasional kompleks.
Data periode 2022–2024 menunjukkan rata-rata pengelolaan mencapai 4.299 bukti potong per tahun, dengan aktivitas bulanan melampaui 1.000 transaksi. Peningkatan signifikan pada akhir tahun umumnya dipicu oleh pencairan proyek, pembayaran vendor, serta proses audit dan rekonsiliasi laporan keuangan.
Dari sisi skala usaha, perusahaan menengah menjadi kontributor terbesar dalam pengelolaan bukti potong, sementara segmen enterprise mencerminkan intensitas aktivitas yang tinggi seiring kompleksitas bisnisnya.
Adapun pelaku UMKM juga mulai menghadapi peningkatan volume, meski dalam skala lebih kecil.
Situasi ini mendorong semakin banyak perusahaan beralih ke sistem digital untuk mengelola kewajiban perpajakan.
Digitalisasi dinilai mampu membantu efisiensi waktu, mengurangi potensi kesalahan manual, serta mempermudah integrasi data keuangan dengan pelaporan pajak.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
