
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (Tangkapan Layar Youtube Setpres)
JawaPos.com-Analis politik Hendro Satrio buka suara soal keterangan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berkaitan dengan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Menurut dia, proyeksi margin Rp 50 triliun dari memutus rantai pasok pihak ketiga atau middleman sah-sah saja. Mengingat program Kopdes Merah putih masih belum bergulir secara menyeluruh.
”Mungkin itu hitungannya menghasilkan margin Rp 50 triliun, tapi kan memang belum ada yang jalan (programnya). Karena belum ada yang jalan, ya boleh-boleh saja angka itu digunakan, namanya doa,” kata dia saat diwawancarai oleh JawaPos.com pada Sabtu (25/4).
Pria yang akrab dipanggil Hensat itu menyatakan bahwa dirinya tidak pernah meragukan komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Namun demikian, pemerintah tetap harus diingatkan. Bahwa masyarakat juga berusaha sangat keras untuk hidup dan mempertahankan hidup masing-masing.
”Sehingga memang dibutuhkan sebuah komitmen yang luar biasa dalam menyediakan bahan pangan dan mempertahankan agar affordable untuk dibeli, harganya harus terjangkau,” ucap dia.
Tentu saja, Hensat berharap program Kopdes Merah Putih yang dirancang oleh pemerintah berjalan sesuai rencana. Termasuk proyeksi Mentan Amran yang sudah menghitung potensi margin Rp 50 triliun dengan memangkas rantai pasok bahan pangan. Dia percaya, jika itu dilakukan dengan baik, bukan tidak mungkin angka yang keluar dari keterangan Amran benar-benar tercapai.
”Kemarin kan kalau dari keterangan mentan tujuannya baik, memotong middleman dalam rangkaian distribusi beras misalnya. Nah ini harus segera diwujudkan. Tapi, yang paling penting ini adalah supaya middleman-middleman itu turut membantu program pemerintah,” jelasnya.
Hensat menilai hal itu harus dilakukan karena middleman tersebut sudah lama mencari makan dari rantai pasok tersebut. Apabila tiba-tiba hilang, bukan tidak mungkin mereka berontak. Para pihak ketiga itu, lanjut dia, bisa jadi tidak langsung manut apabila tidak ada kompensasi atau jalan yang diberikan oleh pemerintah berkaitan dengan periuk mereka.
”Kan susah ya, tadinya mereka makan sebagai middleman terus tiba-tiba ada Koperasi Desa Merah Putih, kecil kemungkinannya mereka langsung nurut. Kecuali ada kompensasi atau dilibatkan dalam kegiatan Koperasi Merah Putih oleh pemerintah,” ujarnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
