
Ilustrasi holding BUMN Asuransi IFG Life. (Istimewa)
JawaPos.com–Upaya pemulihan kepercayaan publik terhadap industri asuransi jiwa nasional terus berjalan pasca kasus besar yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Salah satu langkah konkret terlihat dari komitmen PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) dalam menuntaskan kewajiban kepada nasabah hasil restrukturisasi.
Pada 2026, IFG Life menargetkan pembayaran klaim dan manfaat asuransi kepada sekitar 94.793 nasabah eks-Jiwasraya dengan total nilai lebih dari Rp 7,5 triliun. Pembayaran ini menjadi bagian penting dari proses panjang penyelesaian polis yang sebelumnya terdampak krisis Jiwasraya.
Direktur Keuangan merangkap Plt. Direktur Utama IFG Life Ryan Diastana Firman menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab atas amanah negara dalam menyelamatkan hak nasabah.
”Kami berkomitmen memastikan pembayaran klaim dilakukan tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran agar hak nasabah benar-benar terpenuhi,” ujar Ryan melalui keterangannya.
Kasus Jiwasraya sebelumnya menjadi sorotan besar karena gagal bayar polis yang merugikan nasabah dalam skala luas. Pemerintah kemudian melakukan restrukturisasi dengan mengalihkan pengelolaan polis ke IFG Life, yang berada di bawah holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi, Indonesia Financial Group (IFG).
Untuk mendukung proses tersebut, pemerintah telah menggelontorkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 26,56 triliun. Dana ini menjadi fondasi utama agar pembayaran klaim dapat berjalan bertahap dan terjaga keberlanjutannya.
Langkah ini dinilai krusial bukan hanya untuk menyelesaikan kewajiban masa lalu, tetapi juga untuk memulihkan reputasi industri asuransi jiwa yang sempat tergerus.
Keberhasilan pembayaran klaim eks-Jiwasraya diyakini akan menjadi indikator penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi, yang sempat menurun pasca kasus tersebut. Selain itu, transparansi dan konsistensi pembayaran menjadi faktor kunci agar publik kembali melihat asuransi sebagai instrumen perlindungan keuangan yang aman.
IFG Life sendiri menyatakan telah menyiapkan sistem layanan klaim yang lebih sederhana dan tanpa biaya tambahan, serta didukung jaringan layanan di 20 kota di Indonesia. Di tengah sorotan terhadap industri, IFG Life menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan praktik bisnis berkelanjutan dalam menjalankan mandat tersebut.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
