
Kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah ke BMT Al Fath IKMI di Kota Tangerang Selatan, Banten. (Istimewa).
JawaPos.com – Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, melakukan kunjungan kerja ke BMT Al Fath IKMI di Kota Tangerang Selatan, Banten. Kunjungan tersebut turut didampingi Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Koperasi, Ari Permana, sebagai upaya memperkuat sinergi pembiayaan berbasis ekonomi syariah sekaligus mendorong pemberdayaan koperasi di tingkat akar rumput.
Dalam kesempatan itu, Wamenkop Farida Farichah menekankan pentingnya peran koperasi, khususnya Baitul Maal wat Tamwil (BMT), dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas. Ia menyebut, kolaborasi dengan BMT menjadi langkah strategis untuk mendukung program prioritas nasional, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), guna memperluas akses pembiayaan mikro sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Koperasi, Ari Permana, menilai BMT Al Fath IKMI sebagai salah satu lembaga yang memiliki rekam jejak kuat, terutama dalam menjaga kualitas pembiayaan.
“BMT Al Fath ini merupakan salah satu BMT yang dikenal dengan pendekatan yang relatif konservatif sejak awal berkembangnya BMT di era 1990-an. Sikap kehati-hatian dalam ekspansi justru menjadi kekuatan dalam menjaga kualitas pembiayaan agar tetap sehat,” ujar Ari.
Ia menambahkan, perluasan pembiayaan menjadi kunci dalam meningkatkan manfaat dana bergulir yang dikelola LPDB Koperasi. Karena itu, pihaknya terus mendorong BMT, termasuk yang tergabung dalam Persatuan BMT dan Inkopsyah, untuk melakukan berbagai terobosan dalam memperluas jangkauan layanan, termasuk bersinergi dengan KDKMP.
Menurut Ari, BMT memiliki keunggulan dibandingkan lembaga keuangan konvensional karena berakar dari gerakan sosial yang berkembang menjadi kekuatan ekonomi syariah.
“BMT memiliki dua sayap, yakni sayap bisnis dan sosial. Ini yang membuat pendekatannya lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya pembiayaan, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ari menegaskan bahwa keberadaan BMT yang tersebar luas di pedesaan sejalan dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diinisiasi pemerintah. Dalam skema yang tengah diuji coba, LPDB Koperasi menyalurkan pembiayaan kepada BMT untuk kemudian diteruskan kepada KDKMP, disertai pendampingan intensif.
“KDKMP pada dasarnya masih membutuhkan penguatan, khususnya dalam aspek pembiayaan. Di sinilah peran BMT sebagai pendamping menjadi sangat penting, mulai dari operasional hingga penguatan kelembagaan, termasuk aspek perizinan,” ungkap Ari.
Ia juga menegaskan bahwa LPDB Koperasi tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi turut memastikan adanya pendampingan dan pengawasan agar dana yang digulirkan benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022