
Dialog OJK, BEI, KSEI, KPEI dan Danantara Indonesia bersama para pelaku pasar di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Minggu (1/2). (Istimewa)
JawaPos.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan langkah besar untuk memperkuat reformasi struktural pasar modal Indonesia.
Bersama Self Regulatory Organization (SRO), yakni Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), OJK menyusun delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal.
Pejabat Sementara (Pjs) OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK untuk melakukan bold and ambitious reforms agar pasar modal Indonesia semakin kredibel dan menarik bagi investor global.
“OJK bersama dengan SRO menyampaikan komitmen untuk melakukan reformasi yang berani dan ambisius di pasar modal Indonesia, sesuai dengan best practices dan memenuhi ekspektasi global index provider,” ujar Friderica dalam Dialog Bersama Para Pelaku Pasar di Main Hall Gedung BEI, Jakarta, Minggu (1/2).
Ia menjelaskan, delapan rencana aksi tersebut dirancang untuk mempercepat reformasi integritas pasar modal, sekaligus menjawab berbagai tantangan struktural yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar.
“Kami menyiapkan delapan rencana aksi untuk percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia. OJK berkomitmen bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat reformasi struktural pasar modal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Friderica menyebutkan, delapan rencana aksi itu dikelompokkan ke dalam empat klaster utama.
Pertama, klaster kebijakan baru terkait free float. Kedua, klaster peningkatan transparansi. Ketiga, klaster tata kelola dan enforcement. Keempat, klaster penguatan sinergi antar-lembaga.
Salah satu rencana aksi yang menjadi perhatian utama adalah kebijakan kenaikan batas minimum free float emiten, alias jumlah saham yang bisa diperdagangkan secara bebas.
OJK bersama SRO berencana menaikkan batas minimum free float menjadi 15 persen, dari ketentuan saat ini sebesar 7,5 persen.
“Ini menjadi diskusi yang sangat hangat dalam beberapa waktu terakhir. OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float emiten menjadi 15 persen. Tentu implementasinya akan dilakukan bertahap,” ungkap Friderica.
Lebih lengkap, berikut ini 8 rencana aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia:
1. Kebijakan Baru Free Float. Menaikkan batas minimum free float emiten/perusahaan tercatat menjadi 15% sesuai standar global, dengan masa transisi bagi emiten eksisting.
2. Transparansi Ultimate Beneficial Ownership (UBO). Memperkuat keterbukaan pemilik manfaat akhir dan afiliasi pemegang saham untuk meningkatkan kredibilitas dan investability pasar.
3. Penguatan Data Kepemilikan Saham. Penguatan data oleh KSEI agar lebih granular, reliabel, dan sesuai best practice global, termasuk detail tipe investor dan peningkatan disclosure kepemilikan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
