
Ilustrasi program makan bergizi gratis. (Istimewa)
JawaPos.com–Upaya pemerintah menjaga keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai mendapat sorotan dari kalangan akademisi dan pemangku kebijakan. Integrasi MBG dengan pangan lokal serta program strategis pemerintah, seperti Peternakan Ayam Merah Putih dari Kementerian Pertanian, dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan program ini berjalan efektif secara fiskal sekaligus berdampak ekonomi.
Dengan mengandalkan rantai pasok peternakan rakyat dan komoditas pangan lokal, MBG tidak hanya diarahkan untuk memenuhi standar gizi nasional, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di daerah. Skema ini dipandang berpotensi menciptakan efek berganda, mulai dari peningkatan pendapatan petani dan peternak, hingga penguatan ketahanan pangan nasional.
Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin, menilai MBG sebagai gagasan besar yang memiliki potensi strategis bagi pembangunan jangka panjang. Namun, dia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan pada tahap implementasi.
”Secara konsep, MBG ini ide yang revolusioner. Tapi dalam pelaksanaannya, tentu masih perlu evaluasi agar dampaknya bisa optimal,” kata Wijayanto, menyoroti pelaksanaan MBG yang telah berjalan selama satu tahun terakhir.
Menurut dia, MBG berpeluang mendorong ekonomi nasional jika dijalankan dengan desain yang tepat. Meski demikian, kajian lanjutan tetap dibutuhkan untuk memetakan dampak riil dan memastikan efisiensi anggaran negara di tengah tantangan fiskal.
Wijayanto menilai, pemanfaatan bahan pangan lokal, yang relatif lebih segar, mudah diakses, dan memiliki harga lebih stabil, dapat menjadi kunci keberlanjutan program. Jika implementasi di tingkat daerah dilakukan secara masif, terukur, dan tepat sasaran, tujuan MBG dinilai lebih realistis untuk dicapai.
Sementara dari sisi kesehatan masyarakat, pemanfaatan pangan lokal juga dinilai strategis untuk menjamin kualitas gizi MBG. Analis Kebijakan Ahli Muda Kementerian Kesehatan dr. Agus Triwinarto, SKM, MKM, menekankan pentingnya keragaman pangan lokal dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian penerima manfaat.
”Dengan meningkatkan keragaman pangan lokal serta menjamin keamanan dan higienitas makanan, MBG bisa benar-benar memenuhi kecukupan gizi,” ujar Agus.
Dia menambahkan, keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada distribusi makanan, tetapi juga pada pengawasan keamanan pangan, higienitas, serta ketepatan sasaran program. Kombinasi faktor tersebut diyakini dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.
Saat ini, desain program MBG menyasar sekitar 55,1 juta penerima manfaat setiap hari. Awalnya difokuskan pada siswa sekolah, sasaran program kini diperluas mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi di bawah dua tahun, sebagai bagian dari strategi penurunan stunting dan persiapan generasi emas Indonesia 2045.
Ketua Tim Kerja Gizi Kementerian Kesehatan Yuni Zahraini, SKM, MKM, menjelaskan bahwa MBG merupakan bagian dari intervensi gizi spesifik yang menyasar kelompok rentan. Untuk pencegahan stunting dan masalah gizi lainnya, sasaran utamanya adalah remaja putri, ibu hamil, dan balita.
”MBG diharapkan dapat menggantikan satu porsi makan berkualitas, terutama dengan kandungan protein hewani,” tandas Yuni.
Meski memiliki cakupan luas dan tujuan ambisius, para pengamat sepakat bahwa keberhasilan MBG sangat ditentukan oleh tata kelola yang transparan dan keberanian pemerintah melakukan evaluasi hingga ke tingkat pelaksanaan.
Tanpa itu, MBG dikhawatirkan hanya menjadi pemenuhan janji politik, bukan program berkelanjutan yang benar-benar membangun fondasi generasi emas Indonesia di masa depan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022