
Pekerja melakukan bongkar muat semen kedalam kapal di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (25/5/2021). Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mendata ekspor semen dan clinker per April 2021 kembali menembus level 100 persen secara tahunan. Hal tersebut membua
JawaPos.com - Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun ini dapat menembus 7 persen hingga 8 persen. Mulai terlihatnya tanda-tanda pemulihan menjadi dasar dari keyakinan tersebut.
Pengamat Indef Bhima Yudhistira mengatakan, terdapat beberapa hal yang membuat perekonomian sulit mencapai angka 7 persen padakuartal II. Diantaranya, belanja pemerintah sebagai komponen penting dalam pemulihan ekonomi belum menunjukkan performa yang sesuai ekspektasi pada kuartal ke II.
Hingga April 2021, serapan anggaran PEN baru mencapai 19 persen dari total Rp 699 triliun. Sementara pemerintah daerah masih lambat menyerap anggaran dan cenderung disalurkan sebagian besar pada akhir tahun.
"Ada Rp 182 triliun dana pemda (Pemerintah Daerah) yang mengendap di perbankan," kata Bhima saat dihubungi oleh JawaPos.com, Rabu (26/5).
Menurutnya, ekonomi nasional masih sulit untuk tembus 7 persen meskipun ada indikator perbaikan di sektor manufaktur, ekspor, dan konsumsi rumah tangga. Dia menyarankan sebaiknya pemerintah lebih fokus untuk pemulihan ekonomi di sisa waktu 1,5 bulan, dibanding mengumbar optimisme pertumbuhan ekonomi 7 persen.
"Pekerjaan rumahnya adalah mempertahankan konsumsi masyarakat, optimalisasi ekspor hingga membangkitkan geliat usaha di daerah. Peran UMKM juga penting menjamin serapan kerja terbuka saat sektor formal belum merata pemulihannya," ungkapnya.
Bhima menuturkan, jika pertumbuhan ekonomi positif di kisaran 2-4 persen pada kuartal ke II sebenarnya sudah patut disyukuri. Artinya Indonesia keluar dari jalur resesi.
Ia menyebut vaksinasi bukan menjadi satu-satunya kunci perekonomian bisa meroket. "Harus berterima kasih adanya perbaikan faktor eksternal seperti pemulihan yang cepat di negara mitra dagang utama," imbuhnya.
Bhima menambahkan, saran untuk pemerintah selain percepat serapan anggaran, juga memberikan sanksi berat ke pemda yang menahan dananya di perbankan. Serta, menambah alokasi untuk perlindungan sosial seperti perluasan subsidi upah ke pekerja sektor informal (pekerja UMKM).
"Untuk penanganan covid-19 tetap penting sebab kunci kepercayaan konsumen adalah penurunan kasus harian disertai dengan pulihnya mobilitas penduduk," pungkasnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
