Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Januari 2022 | 20.24 WIB

Bos BI Sebut 2022 Akan Lebih Cerah, Ini Strategi Sembuhkan Ekonomi RI

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur di kantor BI, Jakarta, Kamis (19/9/2019). Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen. F - Image

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur di kantor BI, Jakarta, Kamis (19/9/2019). Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen. F

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) optimistis perekonomian Indonesia akan lebih baik tahun ini dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, meskipun masih diwarnai oleh pandemi Covid-19. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, hal itu tercemin dari beberapa indikator yang menjadi penopang pertumbuhan nasional.

“Insyaallah 2022 lebih baik dari 2021. Bisa taklukan masalah bersama dan ini sinergi kekuatan,” kata Perry secara virtual dalam peluncuran Laporan Tahunan BI, Rabu (26/1).

Perry memperkirakan, perekonomian Indonesia akan kembali postif di level 5 persen. Hal itu didukung oleh sinergi yang baik antara BI dan pemerintah di sektor keuangan. Sehingga penguatan ekonomi dapat membawa Indonesia pulih dari krisis kesehatan.

Perry memaparkan, ada beberapa strategi yang akan dilakukan oleh BI di tahun ini. Di antaranya, menjaga pasar keuangan agar tetap stabil, khususnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dari ancaman kebijakan moneter The Fed. BI menjaga agar pergerakan rupiah tidak melebihi fundamentalnya.

“Rupiah memang akan jadi tekanan tahun ini, tapi kami komitmen jaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan koordinasi dengan Kementerian Keuangan," ucapnya.

Menurutnya, kurs rupiah akan terjaga karena pondasi ekonomi RI yang kuat, serta inflasi yang terjaga meskipun diperkirakan juga akan mengalami kenaikan. Sehingga pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan hingga 5,4 persen dapat terwujud.

Rasa optimisme itu juga terbangun dari sisi permintaan terhadap kredit perbankan yang diperkirakan akan kembali tumbuh pada tahun ini. Kredit perbankan sendiri diperkirakan dapat tumbuh sebesar 7 hingga 9 persen dibandingkan tahun 2021.

Dalam merealisasikan harapan tersebut, kata Perry, perlu percepatan vaksinasi nasional bukan hanya dosis kedua namun juga vaksin booster. Sebab, dengan capaian vaksinasi mampu membuat masyarakat nyaman menjalani aktifitas dan mobilitas diluar rumah yang pasa akhirnya dapat mendongkrak roda ekonomi rakyat.

"Insyaallah akan lebih baik, mari optimistis dan bersinergi," pungkasnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore