
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak tahu alasan rapat pembahasan subsidi kompensasi energi bersama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia di Komisi XI DPR RI, Jakarta, pada Kamis (4/12) digelar secara tertutup.
Saat ditanya apakah ada rahasia di balik pembahasan tersebut, Menkeu Purbaya justru berkelakar dan menduga karena takut dirinya berbicara ngaco di hadapan publik dan para bos BUMN.
"Nggak ada (rahasia). Saya juga nggak tahu, saya ikut aja. Mungkin takut saya ngomong ngaco," kata Purbaya sembari tertawa saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/12).
Adapun sebelumnya, Komisi XI DPR RI telah menjadwalkan Rapat Pembahasan Subsidi dan Kompensasi bersama dengan Danantara Indonesia.
Dalam jadwal yang beredar, rapat tersebut akan dilangsungkan pada pukul 10.00 WIB. Kemudian rapat baru dimulai pada pukul 11.00 WIB, setelah dibuka sebentar oleh Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun rapat tersebut diputuskan digelar secara tertutup.
Saat membuka rapat, Misbakhun menyebut Rapat dihadiri oleh sebanyak 17 anggota Komisi XI DPR dari total 7 fraksi. Misbakhun lalu meminta pendapat para anggota Komisi XI DPR apakah rapat diselenggarakan secara terbuka atau tertutup.
Menurutnya, materi yang akan dibahas pada rapat ini bersifat strategis. Itu sebabnya ia membutuhkan masukan daripada anggotanya terlebih dahulu.
"Mengenai posisi rapat hari ini saya butuh masukan apakah rapat ini diadakan secara terbuka atau tertutup, karena banyak hal strategis yang sedang kita bicarakan," tanya Misbakhun.
Para anggota yang hadir pun meminta agar rapat itu diselenggarakan secara tertutup. Dengan demikian, rapat berjalan tidak terbuka untuk dipantau oleh publik.
"Tertutup ya? Penguasanya sudah minta tertutup nih. Saya nyatakan rapat ini dinyatakan tertutup," tukas politisi Partai Golkar itu sebelum mengetuk palu.
Selanjutnya, Purbaya dan sejumlah pejaba yang hadir baru menemui awak media di luar ruangan rapat pada pukul 13.30 WIB. Untuk diketahui, tak hanya dihadiri oleh Purbaya dan CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, rapat tersebut juga turut dihadiri oleh pejabat perusahaan pelat merah.
Diantaranya, seperti Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN Darmawan Prasodjo, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
