
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono di sela-sela KTT – COP30, Belèm, Brasil (12/11)/(Istimewa).
JawaPos.com - PT Pertamina (Persero) mengumumkan telah melakukan likuidasi atau pembubaran dua entitas perusahaan sebagai bentuk perampingan perusahaan. Terdiri dari TRB London anak perusahaan dari PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, dan Pertamina Energy Services Private Limited, anak usaha dari Pertamina Energy Trading Limited atau Petral.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menyampaikan pembubaran itu dilakukan lantaran dua entitas perusahaan itu sudah tidak memiliki kontribusi strategis kepada perusahaan energi pelat merah ini.
"Kami laporkan bahwa di tahun 2025 ini, telah selesai, telah tuntas, dilakukan likuidasi dua entitas perusahaan yang tidak lagi memiliki kontribusi strategis sebagai langkah perampingan tersebut, yaitu pertama adalah TRB London, anak perusahaan yang menjadi bagian dari asuransi di bulan Februari lalu," kata Agung dalam RDP dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (19/11).
Agung menyebut, pembubaran PESPL yang merupakan anak usaha Petral dan berbasis di Singapura dilakukan pada Juli 2025.
"Dan yang kedua adalah Pertamina Energy Services Private Limited yang berbasis di Singapura dan merupakan dulunya anak perusahaan dari Petral yang sudah dituntaskan likuidasinya di bulan Juli 2025 lalu sebagai bagian dari tahapan transformasi dan reformasi tata kelola yang akan dilanjutkan," tambahnya.
Sementara itu, Agung menyebut hingga tahun 2026, Pertamina juga akan melanjutkan perampingan atau streamlining terhadap entitas bisnis anak usahanya.
Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada PT Danantara Asset Management (DAM) untuk melakukan perampingan dari 1.000 unit Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi 200 saja.
"Yang pertama, yang terutama adalah dilakukannya integrasi bisnis hilir, yaitu tiga sektor bisnis yang berperan dalam melayani menyediakan energi untuk masyarakat, yaitu sektor commercial and trading, sektor refinery dan petrochemical atau kilang, dan sektor logistik di sektor marine atau perkapalan," jelas Agung.
Kemudian, dari sektor rumah sakit, Pertamina akan mlakukan pengalihan saham Pertamina Bina Medika IHC kepada Danantara. Progresnya, saat ini masih dalam kajian dan rangkaian transaksi antara Pertamina dan Danantara.
Pada sektor perhotelan, Pertamina sendiri memiliki anak usaha bernama PT Patrajasa yang di dalamnya terdapat sembilan unit bisnis hotel. Rencananya, bisnis hotel Patra Jasa akan digabungkan dan dikoordinir oleh Hotel Indonesia Nature atau HIN yang targetnya bakal dilakukan pada tahun.
"Ketiga adalah airline atau maskapai penerbangan, dengan Pelita Air Service (PAS) yang dimiliki oleh Pertamina. Saat ini sesuai dengan arahan Danantara, dilakukan kajian yang dikoordinir oleh Garuda Indonesia untuk menentukan langkah terbaik untuk konsolidasi ini," jelasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
