
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam acara peresmian PT Lotte Chemical Indonesia, di Cilegon, Banten, Kamis (6/11).
JawaPos.com – Kebijakan efisiensi anggaran yang dijalankan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat persetujuan dari mayoritas publik. Hal itu terungkap melalui riset Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada 20-27 Oktober 2025.
Survei Indikator dilakukan terhadap 1.220 responden dengan metode multistage random sampling dan margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Dalam survei yang dirilis pada Sabtu (8/11) itu menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat, yakni 68,3 persen, mengaku tidak tahu atau belum pernah mendengar tentang kebijakan tersebut. Sementara hanya sekitar 31,7 persen warga yang mengetahui adanya kebijakan pemangkasan belanja negara tersebut.
Dari kalangan yang mengetahui, tingkat dukungan publik tergolong sangat tinggi. Sebanyak 61,1 persen responden menyatakan setuju (57,1 persen) atau sangat setuju (4,0 persen) dengan langkah efisiensi ini. Sementara itu, hanya sebagian kecil yang menyatakan kurang setuju (16,7 persen) atau tidak setuju sama sekali (3,8 persen).
Survei ini juga mengungkapkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran berpengaruh positif terhadap tingkat kepuasan kinerja Presiden. Responden yang setuju dengan kebijakan ini menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi terhadap kinerja Presiden Prabowo.
Persepsi Publik Terhadap Sasaran dan Efektivitas Anggaran
Ketika ditanya lebih dalam mengenai pendapat mereka, mayoritas responden meyakini bahwa kebijakan efisiensi ini sudah tepat sasaran. Sebanyak 56,7 persen responden berpendapat efisiensi anggaran Pemerintahan Prabowo sudah tepat karena memangkas pemborosan APBN pada pos-pos yang tidak menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, seperti perjalanan dinas dan pembelian alat tulis kantor (ATK).
Selain itu, publik juga memandang kebijakan ini efektif. Mayoritas responden sebesar 61,7 persen percaya bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintahan Prabowo telah berhasil mengurangi pemborosan APBN dan mengalokasikan lebih banyak dana untuk kepentingan masyarakat secara langsung.
Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kebijakan efisiensi anggaran populer di kalangan masyarakat yang terinformasi, tantangan utamanya adalah sosialisasi, mengingat lebih dari dua pertiga publik belum mengetahui adanya kebijakan tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022