
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bikin heboh publik setelah mengungkap kisah di balik penunjukannya oleh Presiden Prabowo Subianto.
Tak cuma bercerita soal momen dipanggil ke Istana, Purbaya juga menyentil keras arah kebijakan ekonomi nasional, bahkan sempat melempar 'ramalan' politik yang bikin bulu kuduk merinding.
Dalam forum di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Kamis (9/10), Purbaya membuka pembicaraan dengan gaya khasnya yang santai tapi tajam.
“Saya ini setengah ekonom, setengah dukun,” ujarnya disambut tawa para peserta forum yang kemudian cuplikannya viral di media sosial.
Ucapan itu bukan sekadar gurauan. Ia kemudian menguraikan alasan mengapa dirinya dipercaya menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan, di tengah gejolak ekonomi dan meningkatnya gelombang demonstrasi pada akhir Agustus 2025.
“Demo itu ancamannya serius. Kalau arah kebijakan ekonomi tidak diubah, maka kita akan mengalami demo dari minggu ke minggu dan semakin parah,” ungkap Purbaya.
Purbaya bahkan berani menyebut bahwa jika ketidakpuasan ekonomi publik tak segera diatasi, Indonesia bisa menghadapi risiko politik besar tahun depan.
“Hitungan saya sebagai ekonom dan setengah dukun, Februari tahun depan akan terjadi pergantian kekuasaan yang cost-nya buat masyarakat kita mahal (bila tak ada perubahan),” ungkapnya.
Purbaya mengaku, sebelum resmi dilantik, dirinya sempat dipanggil Presiden Prabowo ke Istana. Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta Purbaya memperbaiki arah ekonomi yang saat itu mulai goyah dan menimbulkan keresahan publik.
“Kalau tidak mengubah arah kebijakan ekonomi pada waktu itu atau sekarang, kita akan terus mengalami demo dari minggu ke minggu semakin lama semakin parah,” jelasnya.
Menariknya, Purbaya juga menyentuh persoalan klasik dalam politik Indonesia. Ia menyinggung bagaimana masalah ekonomi pernah berperan besar dalam menggoyang pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.
“Saya beberkan data-data yang klir. Zaman Soeharto kenapa dia jatuh, zaman Gus Dur kenapa dia jatuh, zaman SBY kenapa dia hampir jatuh, Pak Jokowi juga sama,” pungkasnya.
Pernyataan Purbaya sontak menjadi bahan perbincangan publik. Di satu sisi, gaya bicaranya yang lugas dan penuh 'ramalan' dianggap menyegarkan di tengah komunikasi pemerintah yang sering kaku.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022