
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (22/9/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya menyikapi isu terkait bunga deposito valas 4 persen yang belakangan ramai diperbincangkan. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut belum pernah dibahas di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
“Kebijakan ini belum sampai ke KSSK. Di kantor presiden pun belum selesai analisanya. Jadi ini sebagian mungkin (bank) offside. Saya enggak tahu (bank) dapat bocoran dari mana sehingga melakukan hal itu. Tapi pada dasarnya belum sampai ke KSSK,” ujar Purbaya dalam Media Briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (26/9).
Menurutnya, jika memang kebijakan itu benar adanya, maka KSSK akan mendiskusikannya bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini penting untuk menghitung dampak yang mungkin timbul dari kebijakan tersebut.
“Kalau ada pun nanti kami akan diskusikan dengan BI dan OJK. Apa kira-kira dampaknya. Dan kita hitung kemungkinan seperti apa. Jadi akan kita counter check di KSSK dengan berbagai pihak yang terlibat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Purbaya juga menepis anggapan bahwa dirinya yang memerintahkan kebijakan bunga valas 4 persen di seluruh bank himbara. Ia mengklaim, dirinya memang koboy, tapi ia memastikan segala kebijakan harus benar-benar diperhitungkan secara matang.
“Jadi, saya kelihatan gayanya selonongan dan sembarangan kan. Enggak, kita hitung dengan benar. Jadi koboynya, pestolnya banyak,” ungkapnya sambil berkelakar.
Lebih lanjut, dia pun mengakui pemerintah di Istana memang pernah mendiskusikan perihal insentif bagi pemegang valas. Namun, ia memastikan bahwa kebijakan itu belum selesai.
Adapun rencananya, kata Purabaya, insentif itu akan diberikan oleh pemerintah dengan niatan agar pemegang valas di Singapura bisa berpindah ke Indonesia atau switching.
Tetapi lagi-lagi Purbaya memastikan, diskusi tersebut belum diputuskan menjadi sebuah kebijakan karena risikonya masih diperhitungkan.
"Memang pernah ada diskusi kan waktu itu saya bilang di Istana bahwa akan ada insentif ke pemegang valas, supaya mindahin valas dari Singapura ke Indonesia, kira-kira gitu. Cuma itu masih belum selesai, masih ada risiko yang mesti dihitung. Dan sepertinya pada waktu Presiden merintahkan timnya untuk menghitung risiko yang mereka sebelumnya tidak hitung," beber Purbaya.
"Jadi itu belum selesai. Jadi mestinya sih Danantara akan memerintahkan perbankannya untuk melakukan praktik bisnis sesuai dengan kondisi pasar, market base. Jadi nggak akan intervensi secara langsung juga," tutupnya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
