Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 September 2025 | 19.07 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Pensiunan Cari Jalan Lewat Usaha Kecil

Ilustrasi usaha kecil untuk memenuhi kebutuhan hari tua. (Istimewa) - Image

Ilustrasi usaha kecil untuk memenuhi kebutuhan hari tua. (Istimewa)

JawaPos.com-Masa pensiun sering diidentikkan dengan waktu istirahat setelah puluhan tahun mengabdi. Namun bagi banyak pensiunan, baik ASN biasa maupun TNI/Polri, kenyataan di hari tua justru dipenuhi tantangan baru.

Biaya hidup yang terus naik, kebutuhan kesehatan yang makin besar, hingga keterbatasan dana pensiun membuat banyak dari mereka harus mencari sumber penghasilan tambahan.

Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya pensiunan yang beralih ke sektor usaha mikro. Usaha apa saja, kecil-kecilan, sekadar menyambung hidup untuk menutup kebutuhan hari tua.

Selain itu, meski mendapatkan pensiun, banyak mantan ASN dan anggota TNI/Polri yang mengaku penghasilan mereka tidak sebanding dengan kenaikan biaya hidup. 

Kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan anak yang masih berjalan, hingga keperluan kesehatan menjadi beban tersendiri. Tanpa tambahan penghasilan, kondisi finansial di hari tua bisa terhimpit.

Salah satunya melalui inisiatif Warung Mantap Sejahtera dan Agen Club Mantap, program kemitraan yang digagas Bank Mandiri Taspen bersama sejumlah mitra ritel. 

Program ini baru saja diluncurkan di Antapani, Kota Bandung, Sabtu (20/9), dengan peresmian Toko SNA milik pensiunan ASN, Imas Sukmariah dan HM Nur.

“Dana pensiun sering kali tidak cukup untuk menopang kebutuhan sehari-hari. Karena itu, kami ingin membuka peluang usaha agar pensiunan tetap bisa produktif dan mandiri,” ujar Direktur IT dan Digital Bank Mandiri Taspen Widi Nugroho.

Misalnya juga bagi Imas Sukmariah, pensiunan Badan Kepegawaian Negara, kesempatan membangun toko kelontong modern bukan hanya soal mencari penghasilan tambahan. 

“Saya ingin tetap berdaya, tidak bergantung pada anak atau keluarga. Dengan usaha ini, saya berharap bisa tetap mandiri sekaligus melayani masyarakat sekitar,” ujar Imas.

Imas mengambil paket kemitraan senilai Rp 60 juta dengan dukungan barang dagangan dari Indogrosir dan Indofood Club. Toko yang dia kelola menawarkan ratusan item kebutuhan pokok dengan harga bersaing, mengikuti standar distribusi resmi.

Fenomena seperti ini mencerminkan tren yang lebih luas. Data BPS menunjukkan kelompok usia lanjut di Indonesia semakin banyak yang masuk ke sektor UMKM, baik karena faktor kebutuhan ekonomi maupun untuk menjaga produktivitas di usia senja.

Selain warung kelontong, pilihan usaha bagi pensiunan lewat toko makanan beku, jasa laundry modern, hingga agen kurir logistik. Program semacam ini diharapkan mampu memberi alternatif yang realistis di tengah minimnya perlindungan sosial bagi kelompok lanjut usia.

Di sisi lain, inisiatif ini juga menyoroti lemahnya sistem pensiun di Indonesia. Dengan jumlah pensiunan yang terus bertambah setiap tahun, pertanyaan besar masih tersisa. 

Apakah program seperti ini cukup menjawab masalah kesejahteraan jangka panjang, atau hanya menjadi solusi sementara di tengah kebutuhan yang semakin kompleks?

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore