
Ilustrasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/9/2025). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
JawaPos.com - Pasar saham global mencermati arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed) usai keputusan pemangkasan suku bunga pekan lalu. Meski langkah tersebut memberikan sentimen positif, pelaku pasar tetap berhati-hati. Mengingat, inflasi masih berada di level yang tinggi.
"Pelaku pasar mencermati pernyataan (Gubernur The Fed) Jerome Powell yang mengindikasikan inflasi masih tinggi dan pemotongan bunga adalah manajemen risiko untuk pasar tenaga kerja yang lemah," kata analis pasar modal Hans Kwee kepada Jawa Pos, Minggu (21/9).
Bank sentral Amerika Serikat (AS) itu masih akan sangat bergantung pada data ke depan sebelum mengambil kebijakan lebih lanjut. Dot plot terbaru bahkan menunjukkan potensi dua kali pemangkasan suku bunga acuan (Fed funds rate) di 2025. Serta, masing-masing sekali pada 2026 dan 2027.
Dari Eropa, tekanan terus berlanjut seiring dengan sejumlah tantangan yang muncul. Mulai dari krisis utang, dampak tarif dari AS, hingga ketidakstabilan politik yang dipicu oleh masalah anggaran. Ketidakpastian ini turut memengaruhi arus investasi global.
Hans mencatat sejumlah manajer investasi global mulai memperpanjang posisi beli di pasar negara berkembang Asia, termasuk Indonesia. "Mereka tetap overweight di pasar Indonesia dan Thailand pasca ketidakstabilan politik yang sudah mereda," terangnya.
Dari dalam negeri, langkah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan (BI rate) secara mengejutkan juga memberikan angin segar bagi pasar. Banyak pelaku pasar kini memperkirakan akan ada satu kali lagi pemangkasan hingga akhir tahun. Dengan proyeksi BI rate mencapai 3,5 persen pada Desember 2025.
Pekan ini, fokus utama pasar tertuju pada rilis data personal consumption expenditures (PCE) di AS. Jika data inflasi menunjukkan penurunan, maka peluang pelonggaran kebijakan moneter akan semakin terbuka. "Data PCE AS diperkirakan akan bergerak turun," ujar dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Trisakti itu.
Secara teknikal, Hans memperkirakan bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi mengalami penguatan. Support berada di kisaran 7.983 hingga 7.889. Sedangkan level resistance berada di rentang 8.068 hingga 8.099.
Pada perdagangan Jumat (19/9), IHSG bersama kapitalisasi pasar saham kembali mencatatkan rekor baru bersejarah. Ditutup pada level 8.051,118, merupakan rekor tertinggi sepanjang masa. Seiring dengan kapitalisasi pasar yang juga menorehkan rekor tertinggi barunya sebesar Rp 14.632 triliun.
Sebelumnya, pada perdagangan Rabu (17/9), IHSG juga mencapai rekor tertinggi di level 8.025,179 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 14.516 triliun. "Rangkaian pencapaian rekor ini mencerminkan semakin kuatnya optimisme seluruh pemangku kepentingan terhadap prospek pasar modal Indonesia sekaligus menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor di tengah dinamika perekonomian global," ucap Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad.
IHSG selama sepekan mengalami peningkatan sebesar 2,51 persen dari 7.854,060 pada pekan sebelumnya. Investor asing mencatatkan nilai beli bersih Rp 2,87 triliun di penutupan perdagangan pekan lalu. Sepanjang 2025, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp 58,70 triliun.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
