Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 September 2025 | 04.25 WIB

Menkeu Purbaya: Kita Akan Beresin Penyelundupan, Impor Nggak Jelas dan Ilegal

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar di Kementerian Keuangan, Selasa (16/9). (Agas Putra Hartanto/Jawa Pos) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar di Kementerian Keuangan, Selasa (16/9). (Agas Putra Hartanto/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan komitmennya untuk memberantas impor ilegal. Pasalnya, ia menilai bahwa kegiatan itu menjadi akar masalah industri di dalam negeri khususnya terkait dengan persaingan usaha.

"Kita akan beresin yang penyelundupan-penyelundupan, yang palsu-palsu, yang impor nggak jelas, yang ilegal, kita akan beresin itu," kata Purbaya dalam media briefing di Kantornya, dikutip Minggu (21/9).

Lebih lanjut, dia membeberkan bahwa dari laporan Bea Cukai penyelundupan terjadi karena telah masuk lewat pelabuhan-pelabuhan kecil. Namun ia memastikan, pemerintah bisa membereskan hal itu karena memiliki sejumlah orang di banyak tempat.

"Kalau saya tanya Bea Cukai gimana, ada yang masuk lewat pelabuhan kecil, tapi saya pikir itu bisa dideteksi kan. Kita punya orang di banyak tempat, harusnya sih bisa, cuman belum diberesin aja," bebernya.

Di sisi lain, Purbaya pun menyoroti soal pasar di Tiongkok yang menerapkan insentif sebesar 15 persen dari pemerintah jika menerapkan ekspor.

Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan menerapkan itu, namun kata dia, setiap barang yang masuk ke tanah air dari pelaku pasar di Tiongkok hanya untuk memperoleh insentif ekspor akan dianggap sebagai dumping.

"Kita nggak akan melakukan hal itu. tapi kan kita lihat, kalau barang itu masuk ke kita, kita anggap dumping lah atau gitu bagaimana, sehingga kita bisa melakukan hal-hal tertentu untuk mengurangi membanjirnya barang-barang ilegal," tegasnya.

Lebih lanjut, Purbaya juga mengakui bahwa di Bea Cukai sendiri sudah diterapkan jalur hijau dan jalur merah. Namun, ia memastikan akan melakukan pengecekan secara random.

"Kita akan randomize, cek se-random. Jadi yang hijau juga harus hati-hati juga nanti. Jadi pada dasarnya ketika ada masalah misalnya di penyelundupan, di barang palsu, dan lain lain polisinya yang mengatasi itu, bukan yang lain-lain," ujarnya.

Terakhir ia menyampaikan pada pekan depan akan mulai mengagendakan pertemuan dengan para pelaku usaha di tanah air. Pertemuan ini dibuat guna menampun masukan atas masalah-masalah yang selama ini mereka hadapi.

Selain itu, ia menjanjikan untuk segera menampun dan menyelesaikan persoalan yang selama 20 tahun atau 10 tahun terakhir dihadapi oleh para pelaku usaha.

"Saya akan ketemu mulai minggu depan, ketemu dunia usaha. Mungkin Kadin, Apindo, dan lain-lain. Saya akan lihat seperti apa sih problemnya, rasanya sih hampir sama dalam 20 tahun terakhir. Keluhan mereka 10 tahun, 20 tahun yang lalu belum diaddress dengan benar, kita sekarang berbeda, kita akan address dengan cepat masalahnya apa, apalagi di tengah persaingan global," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore