
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar di Kementerian Keuangan, Selasa (16/9). (Agas Putra Hartanto/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan komitmennya untuk memberantas impor ilegal. Pasalnya, ia menilai bahwa kegiatan itu menjadi akar masalah industri di dalam negeri khususnya terkait dengan persaingan usaha.
"Kita akan beresin yang penyelundupan-penyelundupan, yang palsu-palsu, yang impor nggak jelas, yang ilegal, kita akan beresin itu," kata Purbaya dalam media briefing di Kantornya, dikutip Minggu (21/9).
Lebih lanjut, dia membeberkan bahwa dari laporan Bea Cukai penyelundupan terjadi karena telah masuk lewat pelabuhan-pelabuhan kecil. Namun ia memastikan, pemerintah bisa membereskan hal itu karena memiliki sejumlah orang di banyak tempat.
"Kalau saya tanya Bea Cukai gimana, ada yang masuk lewat pelabuhan kecil, tapi saya pikir itu bisa dideteksi kan. Kita punya orang di banyak tempat, harusnya sih bisa, cuman belum diberesin aja," bebernya.
Di sisi lain, Purbaya pun menyoroti soal pasar di Tiongkok yang menerapkan insentif sebesar 15 persen dari pemerintah jika menerapkan ekspor.
Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan menerapkan itu, namun kata dia, setiap barang yang masuk ke tanah air dari pelaku pasar di Tiongkok hanya untuk memperoleh insentif ekspor akan dianggap sebagai dumping.
"Kita nggak akan melakukan hal itu. tapi kan kita lihat, kalau barang itu masuk ke kita, kita anggap dumping lah atau gitu bagaimana, sehingga kita bisa melakukan hal-hal tertentu untuk mengurangi membanjirnya barang-barang ilegal," tegasnya.
Lebih lanjut, Purbaya juga mengakui bahwa di Bea Cukai sendiri sudah diterapkan jalur hijau dan jalur merah. Namun, ia memastikan akan melakukan pengecekan secara random.
"Kita akan randomize, cek se-random. Jadi yang hijau juga harus hati-hati juga nanti. Jadi pada dasarnya ketika ada masalah misalnya di penyelundupan, di barang palsu, dan lain lain polisinya yang mengatasi itu, bukan yang lain-lain," ujarnya.
Terakhir ia menyampaikan pada pekan depan akan mulai mengagendakan pertemuan dengan para pelaku usaha di tanah air. Pertemuan ini dibuat guna menampun masukan atas masalah-masalah yang selama ini mereka hadapi.
Selain itu, ia menjanjikan untuk segera menampun dan menyelesaikan persoalan yang selama 20 tahun atau 10 tahun terakhir dihadapi oleh para pelaku usaha.
"Saya akan ketemu mulai minggu depan, ketemu dunia usaha. Mungkin Kadin, Apindo, dan lain-lain. Saya akan lihat seperti apa sih problemnya, rasanya sih hampir sama dalam 20 tahun terakhir. Keluhan mereka 10 tahun, 20 tahun yang lalu belum diaddress dengan benar, kita sekarang berbeda, kita akan address dengan cepat masalahnya apa, apalagi di tengah persaingan global," pungkasnya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
