Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 20.57 WIB

Harga Emas Antam Selasa, 9 September 2025 Naik Tinggi, Tembus Rp 2.086.000 Per Gram

Petugas menunjukkan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (Antam) di kantor pusat Jalan TB. Simatupang, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Petugas menunjukkan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (Antam) di kantor pusat Jalan TB. Simatupang, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Harga emas Antam tercatat naik tinggi, mencapai Rp 26.000 dan menjadi Rp 2.086.000 per gram di perdagangan Selasa (9/9).

Harga emas Antam ini tercatat lebih tinggi dibandingkan perdagangan hari sebelumnya pada Senin (8/9) yang dibanderol Rp 2.060.000 per gram.

Harga yang naik juga berlaku untuk penjualan kembali atau buyback, yang mencapai Rp 1.933.000 per gram, atau naik Rp 26.000.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan buyback sebelumnya yang dikenakan Rp 1.907.000 per gram.

Dengan begitu, jika masyarakat ingin menjual emas koleksinya akan dikenakan harga senilai Rp 1.933.000 per gram.

Bagi pemilik emas batangan yang telah dibeli sejak November tahun 2022, maka harga jual yang diperoleh sangat menguntungkan alias cuan. Pasalnya, harga emas pada 26 November 2022 berada di level Rp 936.000 per gram.

Jika saja memiliki 5 gram dengan harga beli mencapai Rp 4.680.000, apabila dijual saat ini maka laku sebesar Rp 9.665.000 (belum termasuk pajak).

Dengan begitu, keuntungan yang diperoleh secara total dari penjualan 5 gram emas Antam tahun 2022 tersebut sebesar Rp 4.985.000.

Di sisi lain, mengutip Reuters, harga emas mencapai puncak baru pada hari Selasa, karena melemahnya dolar.

Juga imbas penurunan imbal hasil obligasi, di tengah meningkatnya taruhan untuk pemotongan suku bunga Federal Reserve bulan ini yang meningkatkan permintaan untuk logam mulia tersebut.

Harga emas spot naik 0,5 persen menjadi USD 3.651,96 per ons pada pukul 04.30 GMT. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 0,4 persen menjadi USD 3.690,90.

Pertumbuhan lapangan kerja AS melemah tajam pada bulan Agustus dan angka pengangguran meningkat ke level tertinggi hampir empat tahun sebesar 4,3 persen.

Ini mengonfirmasi bahwa kondisi pasar tenaga kerja melemah dan memperkuat alasan untuk pemotongan suku bunga The Fed minggu depan.

Para pedagang memperkirakan peluang sebesar 89,4 persen untuk pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada rapat bulan ini, dan peluang 10,6 persen untuk pemangkasan besar-besaran sebesar 50 basis poin, menurut alat FedWatch milik CME Group.

Suku bunga yang lebih rendah menekan dolar dan imbal hasil obligasi, meningkatkan daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore