Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 02.10 WIB

Waspada! Ini Sisi Gelap Paylater dan Tips Menggunakannya dengan Bijak

Ilustrasi belanja dengan metode pembayaran paylater (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi belanja dengan metode pembayaran paylater (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Sekarang, belanja apa pun bisa dilakukan dengan mudah. Selain inovasi sistem pembayaran yang semakin canggih dan serba cashless, kini muncul inovasi lain, salah satunya sistem pembayaran paylater.

Mengutip dari laman djkn.kemenkeu.go.id, paylater merujuk pada istilah yang dipakai saat menunda pembayaran untuk dilunasi di kemudian hari, sistemnya seperti berutang. Saat ini, sistem pembayaran paylater mulai banyak digunakan orang dan difasilitasi oleh sejumlah e-commerce.

Daya tarik utama paylater ada pada kemudahan instan yang ditawarkan. Tanpa harus membuka rekening atau akun baru dan bisa menggunakan kartu kredit, disertai dengan cicilan yang tergolong rendah, menjadi alasan utama bagi banyak orang untuk menggunakannya.

Dengan begitu, siapa pun bisa mendapatkan barang impiannya secara instan, meskipun saldo mereka sedang "sekarat". Asian Development Blog dalam salah satu artikelnya menyebutkan bahwa apabila dilakukan dengan baik, sistem pembayaran paylater dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk meningkatkan inklusi keuangan.

Pisau Bermata Ganda

Meskipun begitu, paylater dapat berubah menjadi pisau bermata ganda bagi para penggunanya. Di balik kemudahan yang ditawarkan, paylater juga bisa menimbulkan rasa 'kecanduan'. Hanya dengan sekali tekan, barang memang bisa didapatkan, tetapi banyak yang lupa dengan tagihan di belakang yang harus dipenuhi.

Sensasi "gratis" di awal menjadi pemicu utama. Sistem pembayaran ini bisa menimbulkan kecemasan, penyesalan, dan tekanan psikologis lainnya akibat "utang" yang dibiarkan menumpuk.

Hasil penelitian yang diakses melalui atlantess-press.com berjudul Proceedings of the International Conference on Entrepreneurship, Leadership and Business Innovation (ICELBI 2022) menunjukkan bahwa literasi keuangan digital sangat berpengaruh dalam fenomena ini.

Hal ini juga berpengaruh pada kedua gender dalam mengadopsi sistem pembayaran paylater. Hasil menunjukkan bahwa literasi keuangan digital berpengaruh lebih kuat pada perempuan dibanding laki-laki. Diasumsikan karena perempuan lebih sering mengelola keuangan rumah tangga.

Tips Menggunakan Paylater dengan Bijak

Paylater sebagai opsi pembayaran bisa menjadi penyelamat atau jebakan. Tidak ada larangan bagi siapa pun untuk menggunakannya, semua tergantung pada diri sendiri saat dihadapkan pada pilihan.

Namun, akan lebih baik jika paylater hanya digunakan pada saat-saat tertentu sesuai kebutuhan, dengan kesadaran penuh, dan kesiapan untuk bertanggung jawab.

Sebelum menggunakannya, periksa segala rincian dengan teliti, termasuk bunga, biaya admin, hingga denda yang mungkin diberikan.

Batasi jumlah dana yang digunakan dan atur cicilan sesuai kondisi finansial Anda. Terakhir, bayar semua cicilan tepat waktu hingga jatuh tempo yang sudah ditentukan.

Literasi finansial digital dan rasa tanggung jawab menjadi pelindung utama sekaligus penentu kesuksesan seseorang dalam mengadopsi sistem pembayaran ini. Bukan tidak mungkin ke depannya akan semakin banyak inovasi dalam sektor ekonomi.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore