Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 00.14 WIB

Beras Premium Kembali Tersedia di Minimarket

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau penjualan beras SPHP di Pasar Bulu, Semarang, Jawa Tengah (23/8). (Humas Kementan) - Image

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau penjualan beras SPHP di Pasar Bulu, Semarang, Jawa Tengah (23/8). (Humas Kementan)

JawaPos.com – Sekitar sebulan masyarakat tidak bisa membeli beras premium di minimarket karena kelangkaan stok. Beberapa hari terakhir, pemasok sudah mulai menyalurkan beras premium kemasan 5 kg di sejumlah ritel modern atau minimarket. Namun, karena pasokan masih sangat terbatas, stoknya cepat ludes.

Misalnya, di Indomaret dekat Universitas Pamulang, Kota Tangerang Selatan, pada Jumat (22/8) diisi beberapa plastik beras premium kemasan 5 kg. Namun, hanya bertahan sebentar, karena Sabtu (23/8) siang sudah habis. Berbeda dengan sebelumnya, stok beras premium sampai bertumpuk-tumpuk dengan beragam merek.

Beras premium kemasan 5 kg di minimarket diburu masyarakat karena harganya lebih murah. Sesuai informasi Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), beras premium kemasan 5 kg dijual Rp 73.500 atau Rp 14.700 per kg. Sedangkan harga beras di toko eceran juga sekitar Rp 14 ribu, tetapi untuk takaran 1 liter. Seperti diketahui, takaran 1 liter setara 0,72 kg beras. Apalagi, beras di pedagang eceran tidak ada jaminan standar dan kategorinya.

Ketua Umum Aprindo, Solihin, mengatakan produsen beras sudah mulai mengirimkan beras hasil produksi terbaru sejak bulan ini. Namun, sebagian ritel masih menjual stok lama yang belum sempat diretur. Beberapa produsen sebenarnya telah meminta retur, tetapi penggantian dengan produk baru masih menunggu realisasi.

Harapan kami, produksi baru benar-benar sesuai kualitas premium sehingga pasokan kembali stabil,” katanya, Jumat (22/8) malam. Ia menegaskan, kualitas harus dijaga karena beras premium selama ini menjadi andalan bagi konsumen.

Solihin mengatakan, untuk menjaga daya beli masyarakat, produsen menurunkan harga sebesar Rp 1.000 per kemasan lima kilogram. Sehingga, harga beras premium sekarang dipatok Rp 73.500 per kemasan lima kilogram, di bawah HET Rp 74.500.

Dia mengakui, penjualan sempat terpengaruh akibat keputusan peritel menurunkan produk lama yang terindikasi oplosan. Peritel memilih menyimpan beras yang terindikasi oplosan di gudang. Mereka tidak mau ambil risiko terjerat masalah dengan polisi karena menjual beras oplosan atau tidak sesuai standar.

Sementara itu, pemerintah terus berupaya menekan harga beras di tingkat konsumen. Melalui program operasi pangan murah, upaya ini dilakukan dengan menggelontorkan beras murah atau beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan peninjauan distribusi beras SPHP di Semarang (23/8).

Alhamdulillah kita melihat operasi pasar SPHP yang sekarang penyaluran hariannya sudah 6.000 ton. Kita target naik 7.000 ton kemudian 10.000 ton per hari,” katanya. Menurut Amran, operasi pangan murah itu sudah berdampak baik menurunkan harga di 13 provinsi. Dalam perkembangannya, dia memperkirakan sudah bertambah jadi 15 provinsi yang sudah turun harga.

Amran mengatakan, operasi pasar murah itu berlangsung hingga Desember 2025 dengan total penyaluran 1,3 juta ton beras di seluruh Indonesia. Selain operasi pasar, dia menjelaskan faktor lain yang dapat menurunkan harga beras, yaitu peningkatan serapan gabah petani yang berdampak pada harga padi juga berdampak pada harga beras.
“Kami perhatikan serapan gabah meningkat dari 3.000 ton menjadi 6.000 ton per hari,” katanya.

Itu artinya harga beras di hilir turun, dan serapan gabah di petani meningkat. Namun, Amran menegaskan pemeriksaan tetap menjaga agar harga gabah minimal sesuai Harga Pokok Pembelian (HPP) Rp 6.500 per kg. Sehingga, dia berharap petani tetap sejahtera dan konsumen bisa tersenyum.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore