
Senior Economist DBS Bank Radhika Rao. (DBS untuk Jawa Pos)
JawaPos.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik dari perkiraan di tengah pelemahan ekonomi dunia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produk domestik bruto (PDB) tumbuh 5,12 persen Year-on-Year (YoY) pada kuartal II 2025. Meski demikian, berbagai tantangan menanti pada paruh kedua tahun ini. Termasuk, implementasi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) yang meluas dari 44 negara menjadi 70 negara sejak 7 Agustus 2025. Senior Economist DBS Bank Radhika Rao menyampaikan pandangan pada semester II 2025:
Apa yang menjadi growth engine pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun ini?
Untuk pertumbuhan mendorong pertumbuhan ekonomi ke 5 persen dibutuhkan salah satunya adalah dari government spending. Belanja anggaran pemerintah harus ditingkatkan.
Melihat dari sisi konsumsi, beberapa waktu terakhir juga cenderung memang melemah. Ya diharapkan dengan stimulus-stimulus dan belanja pemerintah bisa meningkatkan daya beli masyarakat.
Melihat pada semester kedua, pertumbuhan ekonomi masih tetap di sekitar 4,4-4,9 persen. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 di angka 4,8 persen.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen tahun depan. Apakah realistis?
Kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah konsumsi. Pemerintah memfokuskan ke program makan bergizi gratis (MBG) dan meningkatkan anggaran kesehatan.
Sehingga membantu khususnya masyarakat kelas bawah untuk bisa meningkatkan konsumsinya. Angka 5,4 persen mencerminkan sikap optimistis pemerintah. Meski, masih ada dinamika dari kebijakan tarif Trump yang bisa berdampak terhadap kinerja perdagangan Indonesia.
Bagaimana dampak kebijakan tarif AS ke Indonesia?
Eksposur penjualan barang Indonesia ke AS sangat kecil dibandingkan Vietnam, Taiwan, Thailand, dan Korea Selatan. Barang-barang yang diekspor ke AS meliputi peralatan elektronik, tekstil, pakaian, hingga furnitur.
Indonesia memiliki sumber daya alam mineral yang melimpah. Yang mana kekayaan itu tidak ada di AS. Jadi, mereka akan berusaha untuk berinvestasi dan meminta bagian yang lebih besar.
Bagaimana dengan perekonomian AS?
Inflasi di AS agak meningkat meski cenderung melambat. Pasar ketenagakerjaan di sana juga di bawah ekspektasi.
Sehingga pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat pada paruh kedua 2025. Untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi AS 1,5 persen dengan inflasi 3 persen.
Apa yang bakal dilakukan The Fed?

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
