Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Agustus 2025 | 18.22 WIB

Rosan Sebut Bakal Evaluasi Menyeluruh BUMN-BUMN yang Masih Punya Lebih Dari 6 Orang Komisaris

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani. (istimewa)

JawaPos.com - Chief Executive Officer (CEO) atau Bos Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bakal melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masih memiliki jumlah komisaris lebih dari 6 orang.

Hal ini sejalan dengan perintah Presiden Prabowo Subianto yang meminta kepada Danantara untuk melakukan efisiensi terhadap BUMN, salah satunya dengan mengurangi jumlah komisaris.

"Ya pokoknya kita sedang berjalan sesuai arah Bapak Presiden. Kita evaluasi semua secara menyeluruh," kata Rosan saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (20/8).

Tak hanya melakukan pemangkasan komisaris, Rosan juga memastikan bahwa pihaknya telah melakukan penghapusan terhadap tantiem atau bonus kinerja bagi para komisaris.

"Dan (perintah penghapusan) tantiem sudah kita laksanakan juga. Jadi memang komisaris tidak mendapatkan tantiem sama sekali, ya. Tantiem untuk komisaris sudah kita hilangkan," jelas Rosan.

Bos Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini juga mengklaim bahwa aturan terkait penghapusan tantiem komisaris ini sudah dikeluarkan oleh Danantara. "Sudah keluar, saya sudah keluarkan aturannya," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyampaikan komitmennya untuk melakukan pembenahan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam hal ini, ia memerintahkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk melakukannya.

Melalui pidatonya tersebut, Prabowo mempertanyakan istilah 'tantiem' yang digunakan oleh BUMN-BUMN di tanah air. Ia bahkan mengaku heran, ada komisaris yang hanya rapat sebulan sekali, tetapi bisa memperoleh tantiem mencapai Rp 40 miliar setahun.

"Saya hilangkan tantiem, saya pun tidak mengerti apa arti tantiem itu, akal-akalan mereka saja, dia memilih istilah asing supaya kita tidak mengerti apa itu tantiem," ungkapnya.

Prabowo tak segan meminta direksi dan komisaris yang tidak terim dengan kebijakannya terkait tantiem untuk segera hengkang dari BUMN. Menurutnya, masih banyak anak muda yang mampu menggantikan mereka.

"Direksi dan komisaris, kalau keberatan tidak bersedia, tidak menerima tantiem, berhenti! Banyak anak-anak muda yang mampu, yang siap menggantikan mereka. Jangan seenaknya main-main dengan uang rakyat," pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore