Program MBG ini digelar serentak di 14 Posyandu se-Kelurahan Rejosari Kota Semarang. Sasaran utamanya cukup luas.Mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita yang berisiko stunting(2/7/2025). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
JawaPos.com – Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Tumiran mengkritik keras kebijakan pemerintah yang membuka keran impor food tray untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut langkah tersebut bukan hanya keliru, tetapi juga konyol karena membiarkan industri dalam negeri tersisih.
“Tega apa pemerintah yang sedang ambil keputusan itu membuka ruang impor untuk food tray. Bagi saya, itu konyol. Kok ya food tray aja harus impor?” ujarnya kepada wartawan, Kamis (14/8).
“Apa ya nggak bisa duit yang diambil dari pajak tadi diarahkan untuk membangun industri (dalam negeri?” sambungnya.
Ia menilai, dana MBG yang berasal dari pajak rakyat seharusnya dipakai untuk menggerakkan UMKM dan industri lokal, bukan memberi keuntungan pada produsen luar negeri.
“Masa UMKM-UMKM kita nggak bisa dibantu oleh pemerintah, supaya industrinya di dalam negeri tumbuh. Banyak orang-orang kita yang butuh kerja,” tuturnya.
Menurut Tumiran, jika Indonesia mampu membuat pesawat lewat IPTN dan alat pertahanan melalui Pindad, maka membuat food tray bukan hal yang sulit. Ia mendorong Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan segera menggerakkan sektor produksi dalam negeri.
“Teknologinya tanya yang udah bagus-bagus, panggil di IPTN, panggil Pindad, atau orang BRIN itu suruh ngawasin teknologi untuk prosesnya,” katanya.
Tumiran juga mengingatkan bahwa produk impor belum tentu memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Apalagi saya dengar food tray itu SNInya belum benar. Kalau sudah melalui prosedur SNI pasti hasilnya benar,” imbuhnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
