
Kwik Kian Gie. (Istimewa)
JawaPos.com - Ahli ekonomi dan Politikus Indonesia Kwik Kian Gie meninggal dunia pada Senin malam, (28/7), di RS Medistra, Jakarta. Kepergian Kwik bukan hanya kehilangan bagi dunia politik, tapi juga dunia pemikiran ekonomi Indonesia.
Sebagai mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) di era Presiden Gus Dur serta Kepala Bappenas di era Presiden Megawati, Kwik telah lama dikenal sebagai tokoh ekonomi yang berintegritas tinggi, vokal, dan konsisten berpihak pada rakyat kecil.
Salah satu prinsip paling konsisten yang selalu dipegang Kwik adalah keberpihakan pada rakyat kecil. Dia kerap mengkritik kebijakan ekonomi yang hanya menguntungkan elite atau korporasi besar. Kwik punya pandangan bahwa pembangunan ekonomi yang sehat adalah pembangunan yang bisa menyentuh kehidupan masyarakat paling bawah.
”Kita kehilangan tokoh dan ekonom hebat, yang peranannya besar untuk koreksi dan check and balances bagi kebijakan ekonomi,” ujar Ekonom Senior sekaligus Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini.
Didik mengenang, Kwik Kian Gie sangat vokal dan berpengaruh sebagai ekonom intelektual tahun 1980-an. Pada tahun 1980-an masih sedikit kelompok terpelajar tapi Kwik sudah menyelesaikan pendidikannya di universitas ternama di dunia, yaitu Nederlandse Economische Hogeschool di Rotterdam (sekarang Erasmus University).
”Karena itu, pemikirannya dan terutama kritik tentang di media massa sangat di dengar dan berpengaruh,” beber Didik.
Menurut Didik, pada tahun 1990-an semakin banyak golongan terpelajar dalam bidang ekonomi dan politik, tetapi mereka semua berkumpul di pemerintahan Orde Baru. Tidak bagi Kwik Kian Gie, dia tetap berada di luar menjalankan peran check and balances secara tidak formal untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan ekonomi.
Didik menjelaskan, Kwik adalah salah satu ekonom dan tokoh publik Indonesia yang memiliki perjalanan karir dan pemikiran yang tajam, independen, serta kritis baik pada masa Orde Baru dan bahkan berlanjut pada masa Reformasi. Dia dikenal sebagai figur intelektual yang berani menyuarakan kebenaran, bahkan jika itu berarti harus berseberangan dengan kekuasaan.
”Apa warisan pemikiran Kwik Kian Gie? Pemikirannya relevan sampai saat ini, yaitu tentang pentingnya kedaulatan ekonomi,” tegas Didik.
Pengusaha Senior Peter F Gontha, mengenang Kwik sebagai sosok yang berprinsip dan blak-blakan. ”Seorang ekonom, negarawan, dan pemikir nasional yang integritas dan keberanian intelektualnya yang tak tergoyahkan,” ujar Peter.
Dia mengenal Kwik sebagai pribadi yang tidak pernah bersembunyi di balik kepentingan politik. Baik saat menjabat di kabinet maupun berkontribusi sebagai intelektual publik, dia tetap teguh dalam independensi.
”Baginya, kebenaran dan keadilan tak bisa ditawar, dan integritas tak pernah opsional,” tegasnya.
Dalam lanskap politik yang sering dibayangi oleh partisanisme dan keuntungan pribadi, lanjut Peter, Kwik Kian Gie menonjol sebagai kompas moral yang tak kenal takut, jujur, dan konsisten. ”Kepergiannya merupakan kehilangan yang mendalam bagi Republik ini,” tambah Peter.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengenang Kwik Kian Gie sebagai contoh pejabat yang konsisten, mencerahkan, dan terbuka. "Bangsa Indonesia kehilangan sosok yang patut dicontoh dalam integritas dan ketegasan dalam mengurus negara," ujarnya.
Dia mengungkapkan, sering menerima kiriman karya tulis dari Kwik Kian Gie. Baik dalam bentuk buku, artikel, maupun makalah. Tulisan-tulisannya mendalam dan kritis.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
