
Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani (kedua kanan) memberikan paparan pada pembukaan BSI International Expo 2025 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (26/6/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani menyampaikan realisasi investasi bidang hilirisasi pada Kuartal II-2025 mencapai Rp 144,5 triliun. Angka ini tercatat naik sebesar 36,8 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Rosan juga menyampaikan bahwa total nilai realisasi investasi hilirisasi ini juga merupakan 30,2 persen dari total realisasi investasi di Kuartal II-2025.
"Realisasi ini meningkat dari tahun ke tahun terutama contohnya dari persentagenya itu tumbuhnya 30,2 persen," kata Rosan dalam konferensi pers capaian realisasi investasi kuartal II-2025, Selasa (29/7).
Lebih rinci, Rosan mengatakan realisasi investasi di bidang hilirisasi di Kuartal II-2025 paling banyak di mineral. Tapi, kata dia, pihaknya akan terus mendorong untuk menambahkan nilai di bidang lainnya. Seperti, perikanan dan kelautan, juga perkebunan dan kehutanan.
Dalam paparannya, Rosan menyebutkan bahwa realisasi investasi di bidang hilirisasi mineral mencapai Rp 96,2 triliun. Dari total ini paling banyak diperuntukan bagi komoditas nikel sebesar Rp 46,3 triliun. Kemudian, tembaga Rp 22,3 triliun, bauksit, Rp 14,8 triliun, besi baja Rp 9,5 triliun, timah Rp 1,9 triliun.
Terakhir ada komoditas lainnya yang terdiri dari pasir silika, emas, perak, kobalt, mangan, batubara, aspal buton, logam tanah jarang senilai Rp 1,4 triliun. Kemudian disusul oleh realisasi investasi bidang perkebunan dan kehutan sebesar Rp 36,3 triliun.
"Dengan rincian sebesar Rp 16,4 triliun untuk komoditas kelapa sawit, kayu log senilai Rp 13,1 triliun, karet Rp 5,1 triliun dan lainnya yang terdiri dari pala, kelapa, kakao dan biofuel senilai Rp 1,7 triliun," jelas Rosan.
Selanjutnya, untuk sektor minyak dan gas bumi yang angkanya mencapai Rp 10,7 triliun. Terdiri dari minyak bumi sebesar Rp 4,8 triliun dan gas bumi sebesar Rp 5,9 triliun.
Sementara itu, untuk realisasi hilirisasi di bidang perikanan dan kelautan pada Kuartal II-2025 mencapai Rp 1,3 triliun. Komoditas ini terdiri dari garam, ikan tuna, cakalang dan tongkol (TCT), udang, rumput laut, rajungan dan tilapia.
Meskipun realisasi tertinggi masih mineral, Rosan memastikan bahwa pemerintah ke depan akan lebih mendorong hilirisasi di bidang perkebunan dan kehutanan, serta perikanan dan kelautan. Terlebih kata dia, salah satunya akan menggenjot hilirisasi rumput laut.
"Yang mau kita dorong ini adalah salah satunya rumput laut, kenapa? karena kita tuh penghasil nomor dua terbesar di dunia untuk rumput laut. Tapi kita kalau bicara tropical seaweed kita itu nomor satu penghasil terbesar, ini yang akan kita dorong, termasuk juga garam dan jenis ikan lainnya," ungkap Rosan.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
