Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 04.20 WIB

Siapkan Koperasi Desa Merah Putih untuk Pusat Energi Berbasis Solar Panel

Verrell Bramasta bersama Zulkifli Hasan. (istimewa) - Image

Verrell Bramasta bersama Zulkifli Hasan. (istimewa)

JawaPos.com - Pemerintah menyiapkan tugas yang sangat tinggi untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Koperasi yang baru diluncurkan Presiden Prabowo itu tidak sebatas menjalankan usaha seperti toko kelontong. Tetapi juga dirancang menjadi pusat energi baru terbarukan (EBT). 

Rencana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di forum Green Impact Festival 2025 di Jakarta kemarin (24/7). Total KDMP yang dicanangkan pemerintah mencapai 80 ribu unit di seluruh Indonesia. 

Dengan rencana itu, Zulkifli mengatakan KDMP tidak hanya menjalankan fungsi penjualan kebutuhan pokok masyarakat. Termasuk sebagai agen LPG tabung 3 Kg dan penyalur pupuk subsidi. Tetapi juga menjadi pusat EBT lewat produksi listrik berbasis solar panel. 

"Sedang kita kaji, di 80 ribu desa yang nanti kita akan bangun 1 sampai 1,5 hektare solar panel, berbasis desa, kecamatan dan kabupaten. Jadi (desa) punya energi yang mandiri," katanya. Dia menuturkan untuk pembangunan solar panel yang mencakup desa-desa itu, dibutuhkan anggaran sekitar USD 100 miliar atau sekitar Rp 1,5 kuadriliun.

Sekilas kebutuhan anggaran tersebut sangat besar. Namun Zulkifli mengatakan, setiap tahun pemerintah mengucurkan subsidi energi listrik mencapai USD 25 miliar atau sekitar Rp 399 triliun. Maka kebutuhan anggaran untuk pembangunan solar panel itu setara dengan empat tahun anggaran subsidi listrik. 

Sehingga di tahun kelima, baru dirasakan keuntungan adanya solar panel tersebut. Dengan mandiri energi berbasis solar panel itu, pemerintah tidak lagi perlu anggaran subsidi listrik. Pasalnya kebutuhan setrum sudah dipenuhi lewat keberadaan jaringan solar panel tersebut.

Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan dengan adanya solar panel di tiap desa, kecamatan dan kabupaten, maka tidak lagi membutuhkan transmisi yang panjang seperti PLN. Menurutnya, strategi ini akan lebih efisien.

"Yang diperlukan tentu nanti baterai penyimpanan. Jadi sekali lagi yang terakhir, ini potensi yang luar biasa,” tandasnya. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore