Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Juli 2025 | 21.51 WIB

Akui Ada Tren Penurunan Penjualan Mobil di Tanah Air, Gaikindo Tetap Optimistis Terhadap Pasar Otomotif Indonesia melalui GIIAS 2025

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita membuka secara resmi GIIAS di Tangerang, Banten, Kamis (24/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita membuka secara resmi GIIAS di Tangerang, Banten, Kamis (24/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Pasar otomotif Indonesia sedang berada di kondisi yang tidak baik-baik saja. Bahkan, berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), penjualan mobil pada Juni 2025 turun 22,6 persen dibandingkan Juni 2024 atau year-on-year (YoY).

Melihat hal ini, Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi mengakui bahwa saat ini pasar domestik memang sedang menghadapi tantangan. Namun, pihaknya tetap menaruh optimisme terhadap pasar otomotif Indonesia.

“Meski saat ini pasar domestik masih menghadapi tantangan, optimisme kami tercermin dalam penyelenggaraan GIIAS 2025 sebagai pameran otomotif terbesar di dunia di luar Republik Tiongkok,” kata Nangoi di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (24/7).

Dia menjelaskan, pameran GIIAS kali ini memiliki luas 120 ribu meter persegi dengan kehadiran 44 merek otomotif serta 17 merek sepeda motor dari berbagai merek global. Mulai dari Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Amerika Serikat, Vietnam, hingga Eropa.

Bahkan, lebih 120 industri pendukung termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkontribusi sangat besar terhadap pertumbuhan industri otomotif Indonesia juga turut berpartisipasi pada pameran otomotif ini.

Menurut dia, kehadiran seluruh lini industri otomotif tersebut menggambarkan pentingnya GIIAS dalam memacu industri otomotif Indonesia yang mempekerjakan lebih dari 1,6 juta tenaga kerja.

Alhasil, industri otomotif memiliki kekuatan dan tekad untuk mengatasi masa sulit dan bangkit menjadi lebih kuat. Meskipun pasang surut memang tak akan terelakkan.

Di sisi lain, Nangoi menjelaskan bahwa industri otomotif masih terus menunjukkan peran dan daya juang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja ekspor kendaraan bermotor Indonesia bahkan terus mencatat pertumbuhan yang positif pada tahun 2024.

“Ekspor kendaraan utuh hampir mencapai 500 ribu unit dan hingga pertengahan tahun 2025 telah meningkat sebesar 7 persen. Kendaraan tersebut diekspor ke lebih dari 90 negara dan juga termasuk negara-negara maju seperti Jepang,” jelas Nangoi.

“Ekspor kendaraan terurai dan komponen otomotif juga mengalami peningkatan signifikan, mencerminkan peran Indonesia yang semakin strategis sebagai basis produksi kendaraan untuk pasar global,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) telah mengumumkan data penjualan mobil pada Juni 2025. Total kendaraan yang mampu dijual pun mengalami penurunan dibandingkan Juni 2024 atau year-on-year (yoy).

Seperti terlihat pada data terbaru Gaikindo yang diterima oleh JawaPos.com, total kendaraan yang mampu dijual secara wholesales yakni 57.760 atau turun 22,6 persen secara yoy jika dibandingkan Juni 2024 yang mencatat penjualan 74.615 unit.

Bahkan, penjualan mobil secara retail juga mengalami penurunan 12,3 persen di angka 61.647 secara yoy jika dibandingkan dengan Juni 2024 yang mencatat penjualan 70.290 unit.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore