Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Juli 2025 | 04.06 WIB

Presiden Izinkan Rumah Sakit Asing Beroperasi di Indonesia, IDI Jatim: Tak Masalah Asal Gunakan Tenaga Medis Lokal

Ketua IDI Jawa Timur, Sutrisno saat menanggapi kebijakan Presiden Prabowo Subianto tentang rumah sakit luar negeri boleh beroperasi di Indonesia. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Ketua IDI Jawa Timur, Sutrisno saat menanggapi kebijakan Presiden Prabowo Subianto tentang rumah sakit luar negeri boleh beroperasi di Indonesia. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Presiden RI Prabowo Subianto resmi mengizinkan rumah sakit asing membuka cabang dan beroperasi di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan Presiden Dewan Eropa António Costa di Brussels, Belgia, Senin (14/7).

"Kami membuka peluang bagi rumah sakit luar negeri untuk hadir secara fisik di Indonesia, dalam rangka mempercepat akses masyarakat terhadap layanan medis berkualitas," tutur Presiden Prabowo, dikutip dari laman presidenri.go.id, Rabu (23/7).

Kebijakan tersebut langsung menuai sorotan di masyarakat. Khususnya dari kalangan tenaga medis. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur, Sutrisno menyebut tidak masalah dengan keberadaan rumah sakit asing di dalam negeri.

Terlebih berdasarkan data World Population Review per Mei 2025, Indonesia menjadi negara keempat dengan penduduk terbanyak, yakni 280 juta jiwa. Fakta ini menjadikan Tanah Air sebagai market yang menjanjikan.

"Rumah sakit asing datang ke sini, tentu dominasinya tentang bisnis, ilmu pengetahuan juga. Tetapi kita mesti melihat bahwa market di Indonesia memang sudah luar biasa besarnya," tutur Sutrisno di Surabaya, Rabu (23/7).

Rumah sakit luar negeri kemudian datang ke Indonesia dengan membawa modal dan teknologi medis yang mereka miliki, dengan harapan bisa menjawab tuntutan masyarakat mendapat layanan kesehatan lebih bagus.

"Siapa pun di dalam dunia yang bebas ini, kita akan siap untuk maju dan berkompetisi. Tetapi kalau mereka (rumah sakit luar negeri) beroperasi sini, harapan kita menggunakan sumber daya manusia di sini," imbuhnya.

Dengan begitu, ada transfer ilmu pengetahuan. Tenaga medis Indonesia bisa mempelajari teknologi medis dari luar negeri, sehingga bisa maju bersama. Sutrisno optimis bahwa kualitas medis Indonesia tidak kalah berkualitas.

"Kalau penolakan ya, kita tidak menutup mata memang ada. Ada yang terusik, ada juga yang bertanya-tanya, ada yang meragukan dan juga ada yang tidak tahu sama sekali bahkan ada yang bingung. Itu biasa," tukas Sutrisno.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore