Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Juli 2025 | 04.27 WIB

Tren Pertumbuhan Kredit Melemah, Masih Ditopang Penyaluran ke Korporasi

Gedung Bank Indonesia. BI diprediksi tetap menahan suku bunga acuan di level 6 persen. - Image

Gedung Bank Indonesia. BI diprediksi tetap menahan suku bunga acuan di level 6 persen.

JawaPos.com - Pertumbuhan kredit perbankan melanjutkan tren pelemahan. Berdasarkan analisis uang beredar Bank Indonesia (BI), kredit hingga Juni 2025 tumbuh 7,6 persen year-on-year (YoY). Lebih rendah setelah tumbuh 8,1 persen YoY di bulan sebelumnya.

Penyaluran kredit tercatat Rp 7.956,4 triliun. Ditopang penyaluran kredit korporasi senilai Rp 4.373,4 triliun atau naik 10,6 persen YoY. Sedangkan kredit perorangan sebanyak Rp 3.518,3 triliun, masih tumbuh 4,2 persen YoY.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit modal kerja (KMK) mencapai Rp 3.474,2 triliun atau meningkat 4,3 persen secara tahunan. Setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 4,5 persen YoY. "Perkembangan KMK terutama bersumber dari pertumbhhan sektor industri pengolahan, keuangan, real estat, dan jasa perusahaan," Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Selasa (22/7).

Kredit investasi pada Juni 2025 masih tumbuh double digit. Yakni sebesar 12,2 persen YoY senilai Rp 2.214 triliun. Sementara penyaluran kredit konsumsi relatif stabil dengan tumbuh 8,6 persen YoY.

"Didorong oleh kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan kredit multiguna," jelas Denny.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai, realisasi data itu yang membuat otoritas moneter melakukan pelonggaran kebijakannya. Yang mana erupakan langkah preventif dan terukur untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

"Penurunan suku bunga ini ditujukan untuk mendorong aktivitas ekonomi domestik dan meningkatkan akses pembiayaan," ujar Asmo kepada Jawa Pos.

BI akan melakukan observasi selama Agustus 2025. Melihat efektivitas transmisi kebijakannya. Khususnya dampak pemangkasan BI Rate terhadap suku bunga kredit perbankan (lending rate).

Dari perbankan syariah, Bank Mega Syariah (BMS) mampu meningkatkan portofolio penyaluran pembiayaan korporasi lebih dari Rp 4,4 triliun. Tumbuh lebih dari 30,24 persen secara tahunan hingga Juni 2025. Mendominasi lebih dari 46,29 persen dari total pembiayaan sebesar Rp 9,5 triliun.

Corporate and Business Banking Division Head Bank Mega Syariah Guritno menyatakan, prospek penyaluran pembiayaan untuk segmen korporasi masih akan menjadi primadona tahun ini. "Terutama pembiayaan untuk proyek-proyek infrastruktur dan hilirisasi. Yang mana menjadi pendorong pertumbuhan portofolio pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," bebernya. 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore