
Gedung Bank Indonesia. BI diprediksi tetap menahan suku bunga acuan di level 6 persen.
JawaPos.com - Pertumbuhan kredit perbankan melanjutkan tren pelemahan. Berdasarkan analisis uang beredar Bank Indonesia (BI), kredit hingga Juni 2025 tumbuh 7,6 persen year-on-year (YoY). Lebih rendah setelah tumbuh 8,1 persen YoY di bulan sebelumnya.
Penyaluran kredit tercatat Rp 7.956,4 triliun. Ditopang penyaluran kredit korporasi senilai Rp 4.373,4 triliun atau naik 10,6 persen YoY. Sedangkan kredit perorangan sebanyak Rp 3.518,3 triliun, masih tumbuh 4,2 persen YoY.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit modal kerja (KMK) mencapai Rp 3.474,2 triliun atau meningkat 4,3 persen secara tahunan. Setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 4,5 persen YoY. "Perkembangan KMK terutama bersumber dari pertumbhhan sektor industri pengolahan, keuangan, real estat, dan jasa perusahaan," Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Selasa (22/7).
Kredit investasi pada Juni 2025 masih tumbuh double digit. Yakni sebesar 12,2 persen YoY senilai Rp 2.214 triliun. Sementara penyaluran kredit konsumsi relatif stabil dengan tumbuh 8,6 persen YoY.
"Didorong oleh kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan kredit multiguna," jelas Denny.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai, realisasi data itu yang membuat otoritas moneter melakukan pelonggaran kebijakannya. Yang mana erupakan langkah preventif dan terukur untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
"Penurunan suku bunga ini ditujukan untuk mendorong aktivitas ekonomi domestik dan meningkatkan akses pembiayaan," ujar Asmo kepada Jawa Pos.
BI akan melakukan observasi selama Agustus 2025. Melihat efektivitas transmisi kebijakannya. Khususnya dampak pemangkasan BI Rate terhadap suku bunga kredit perbankan (lending rate).
Dari perbankan syariah, Bank Mega Syariah (BMS) mampu meningkatkan portofolio penyaluran pembiayaan korporasi lebih dari Rp 4,4 triliun. Tumbuh lebih dari 30,24 persen secara tahunan hingga Juni 2025. Mendominasi lebih dari 46,29 persen dari total pembiayaan sebesar Rp 9,5 triliun.
Corporate and Business Banking Division Head Bank Mega Syariah Guritno menyatakan, prospek penyaluran pembiayaan untuk segmen korporasi masih akan menjadi primadona tahun ini. "Terutama pembiayaan untuk proyek-proyek infrastruktur dan hilirisasi. Yang mana menjadi pendorong pertumbuhan portofolio pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," bebernya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
