
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (14/5/2025). IHSG ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (14/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi membagikan tiga rekomendasi saham dan satu obligasi untuk trading pekan ini selama masa perdagangan yang dimulai Senin-Jumat, 16-20 Juni 2025.
Berbicara potensi market pada pekan ini, Imam mengungkapkan meskipun ada banyak data ekonomi yang akan rilis. Namun pelaku pasar akan fokus pada 2 agenda.
"Pertama FOMC yang kemungkinan FFR masih akan ditahan dan eskalasi konflik Israel dan Iran," ungkap Imam dalam analisis yang diterima JawaPos.com, Senin (16/6).
Dia membeberkan, konflik Israel-Iran meningkatkan kekhawatiran akan pecahnya perang besar di Timur Tengah. Negara-negara seperti Lebanon (melalui Hezbollah), Suriah, dan Yaman (Houthi) diperkirakan bisa terlibat jika eskalasi terus berlanjut, serta campur tangan negara dengan kekuatan militer yang besar seperti AS.
"Maka dari itu, pada pekan ini PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memproyeksikan IHSG akan melemah dengan support 6.994 dan resistance di 7.239," jelasnya.
Untuk merespons perkembangan pasar yang akan banyak dipengaruhi eskalasi konflik Israel dan Iran, berikut rekomendasi saham dan obligasi untuk trading pekan ini:
1. Buy MEDC (Entry 1400, Target 1500, Stop Loss <1360). Konflik Israel dan Iran memicu kenaikan harga minyak secara global karena adanya kekhawatiran akan terganggunya jalur distribusi melalui Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dunia. Sekitar 20% dari pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap hari. Negara-negara seperti Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait, dan UEA sangat bergantung pada jalur ini untuk mengekspor minyak mentah ke pasar global di Asia, Eropa, dan Amerika. Sebelumnya pada 2019 dan 2020, saat Iran dan AS bersitegang pada 2019 dan 2020, harga minyak sempat melonjak hingga lebih dari 10% dalam waktu singkat karena ancaman Iran menutup Selat Hormuz.
2. Buy on Breakout ELSA (Entry 520, Target 545, Stop Loss <505). Seperti halnya MEDC, ELSA terpengaruh konflik terbaru. konflik Israel dan Iran memicu kenaikan harga minyak global karena adanya kekhawatiran terhadap terganggunya Selat Hormuz, jalur vital yang dilewati 20% pasokan minyak dunia setiap hari. Negara-negara besar pengekspor minyak sangat bergantung pada selat ini.
3. Buy on Breakout ANTM (Entry 3350, Target 3600, Stop Loss <3240). Konflik antara Israel dan Iran, telah memicu gelombang safe haven flows. Goldman Sachs memproyeksi harga emas dunia akan menuju $3.700/t.oz pada akhir 2025. Di sisi lain BofA juga memproyeksi emas akan menuju kisaran $4.000/t.oz dalam 12 bulan ke depan, dengan konflik Timur Tengah sebagai katalis utama.
4. Buy Obligasi di IPOT Bond. Selain saham, obligasi juga tetap menarik bagi investor yang ingin memarkirkan asetnya di aset yang lebih aman di tengah konflik yang kian memanas di Timur Tengah. Investor dapat memilih obligasi dengan durasi pendek dan obligasi korporasi dengan rating investment grade untuk menghindari volatilitas berlebih, misalnya seperti: FR0059, FR0087, FR0091, FR0101, PBS030 untuk syariah dan obligasi korporasi seperti IMFI05CCN3 dengan rating idAA-, PPGD06ACN2 dengan rating idAAA.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
