
Ilustrasi Privy. (Istimewa).
JawaPos.com - Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama Privy secara resmi memberikan pemahaman yang komprehensif kepada publik mengenai pentingnya menjaga keamanan identitas digital.
Hal itu tak lain karena Privy menilai bahwa data pribadi menjadi aset beharga yang perlu dilindungi dari kejahatan siber yang semakin marak dan canggih. Mulai dari pemalsuan kontrak kerja sama hingga pemalsuan tanda tangan.
Wakil Ketua Umum I AFTECH, Anggie Ariningsih, mengatakan dengan meningkatnya adopsi transaksi digital di lndonesia, tanda tangan elektronik (TTE), menjadi salah satu elemen penting dalam proses digitalisasi dokumen.
Bahkan utamanya dalam hal perjanjian secara daring demi menjaga keamanan dan integritas informasi pribadi.
"Sebagai asosiasi, edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha tentang pentingnya keamanan data dalam setiap transaksi digital juga terus digencarkan oleh AFTECH agar masyarakat semakin peka dan pandai dalam menjaga informasi data pribadinya", ujar Anggie dalam Media Briefing di Jakarta Selatan, Kamis (15/5).
Sejalan dengan itu, salah satu upaya untuk menjaga keamanan dalam transaksi digital, bisa dengan memiliki personal plan Privy yang komprehensif.
Untuk diketahui, personal plan merupakan salah satu strategi dan langkah untuk melindungi data pribadi dari berbagai ancaman siber dan juga menumbuhkan rasa aman bagi publik dalam aktivitas transaksi digital.
CEO Privy, Marshall Pribadi menyampaikan bahwa perusahaannya berkomitmen untuk menghadirkan infrastruktur digital terpercaya yang tidak hanya sesuai regulasi, tetapi juga mampu menjawab tantangan keamanan siber yang semakin kompleks bukan hanya untuk korporasi, namun juga untuk setiap individu.
Dengan lebih dari 53 juta penggun. individu dan dipercaya lebih dari 4.700 perusahaan, layanan identitas digital dan tanda tangan elektronik dari Privy telah tersertifikasi dan berinduk ke Kominfo Rl serta diakui secara sah dalam sistem hukum Indonesia.
"Kini lewat Privy Personal Plan, kami menghadirkan solusi yang memungkinkan setiap individu memiliki kontrol atas identitas digitalnya, melakukan transaksi dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi dan sah secara hukum, serta menyimpan dokumen penting dengan aman. Ini adalah langkah konkret dalam mendorong literasi keamanan digital di leve individu," jelas Marshall.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
