Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Maret 2022 | 00.30 WIB

Para Pedagang Ungkap Fase Lonjakan Harga Pangan di Masa Ramadan

Suasana pasar sembako di Kebayoran Lama, Jakarta, Minggu (19/12/2021). Harga sembako diprediksi mengalami kenaikan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Mulai dari cabai rawit merah, minyak sayur, bawang merah, telur, seluruhnya mengalami diprediksi ak - Image

Suasana pasar sembako di Kebayoran Lama, Jakarta, Minggu (19/12/2021). Harga sembako diprediksi mengalami kenaikan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Mulai dari cabai rawit merah, minyak sayur, bawang merah, telur, seluruhnya mengalami diprediksi ak

JawaPos.com - Menjelang Bulan Suci Ramadan, biasanya momentum ini diikuti dengan lonjakan harga bahan pokok. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) pun mengingatkan tahapan kenaikan permintaan dan kenaikan harga bahan pokok.

Wasekjen Kajian Penelitan dan Pengembangan DPP IKAPPI Putri Bilanova mengatakan bahwa untuk fase pertama, biasanya terjadi pada 3 hari sampai dengan 1 minggu menjelang Ramadan. Hal ini terjadi karena banyaknya permintaan dari masyarakat yang cukup tinggi.

"Kita memiliki masyarakat yang turun temurun berbudaya dalam menyambut awal Ramadan menyajikan makanan-makanan istimewa," terang dia kepada JawaPos.com, Jumat (25/3).

Untuk itu, pihaknya berharap agar pada fase pertama ini, pemerintah dapat menjaga pasok bahan-bahan yang ada di pasar tersedia. Begitu juga dengan distribusi agar dapat dijaga dengan baik.

Fase kedua terjadi 7 hari sampai 3 hari menjelang Idul Fitri. Dalam waktu transisi fase pertama dan kedua, terjadi penurunan permintaan di waktu pertengahan Ramadan, lalu melonjak tinggi di penghujung Ramadan menuju ke Hari Raya Idul Fitri.  "Biasanya pedagang dan masyarakat mempersiapkan beragam macam hidangan pada Hari Raya, maka permintaan pun akan melonjak tinggi," imbuhnya.

Diharapkan kepada masyarakat untuk bisa menjaga pasokan tetap aman dan distribusi lancar. Untuk diketahui juga bahwa pada fase ini, banyak terjadi kendala di aliran distribusi karena beberapa komoditas terdampak dengan adanya arus mudik lebaran.

Fase Ketiga, tepat pada waktu akhir Ramadan, yakni terjadi waktu setelah Idul Fitri atau 2-3 Hari setelah lebaran di mana banyak komoditas tidak dapat ditemui di pasar tradisional karena banyaknya pedagang yang masih mudik dan tidak memiliki stok. "Fase ini juga rawan. Kami berharap pemerintah juga mengantisipasi fase ini agar masyarakat bisa tersenyum dan lancar menjalankan Ramadan dan Idul Fitri tahun 2022," ucap Putri. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore