
Foto aerial lahan pertanian di kawasan kaki Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat.
JawaPos.com – Program Brigade Pangan atau yang populer disebut petani milenial jadi perbincangan di masyarakat. Khususnya terkait informasi iming-iming gaji Rp 10 juta per bulan. Kementerian Pertanian (Kementan) meminta masyarakat mencari informasi yang benar dan menghindari risiko penipuan.
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Moch. Arief Cahyono menjelaskan, hoaks yang banyak ditemukan adalah soal pendaftaran dan gaji Rp 10 juta per bulan. Selain itu, ada kabar tidak benar bahwa pemberian bantuan alat mesin pertanian dan pupuk harus membayar imbalan tertentu.
Dia menerangkan, metode pendaftaran Brigade Pangan tidak melalui tautan latihanonline.pertanian.go.id atau website lainnya. Website itu hanya digunakan untuk pendaftaran pelatihan petani milenial yang bersifat sementara dan terbatas untuk kegiatan tertentu saja.
Sementara itu, pendaftaran Brigade Pangan yang diberikan bantuan pengelolaan lahan 200 hektare setiap kelompok diawali dengan pengajuan ke balai penyuluhan pertanian (BPP). Satu kelompok Brigade Pangan terdiri atas 15 orang. Pendaftaran di BPP itu didampingi penyuluh pertanian tingkat desa.
"Selanjutnya, musyawarah dilaksanakan di tingkat desa dengan melibatkan kepala desa dan babinsa untuk menghasilkan kesepakatan, lalu dituangkan di dalam SK kepala desa,’’ jelasnya kemarin (28/12). Setelah itu, data Brigade Pangan dimasukkan aplikasi Simluhtan untuk memastikan transparansi dan pemantauan oleh pemerintah. Jadi, untuk ikut program tersebut, tidak ada pendaftaran secara individu dan online.
Mengenai gaji Rp 10 juta per bulan, dia menegaskan, nominal tersebut bukan gaji layaknya penghasilan rutin pegawai. Nominal tersebut adalah estimasi penghasilan rata-rata setiap personel Brigade Pangan dari hasil pertanian.
Dia mengatakan, estimasi pendapatan sekitar Rp 8,4 miliar per tahun dengan biaya operasional Rp 3,94 miliar. Jadi, keuntungan yang didapat sekitar Rp 4,46 miliar atau sekitar Rp 10 juta setiap bulan untuk masing-masing personel Brigade Pangan.
’’Program ini bukan sekadar upaya meningkatkan produksi pangan,’’ katanya. Tetapi juga menjadi langkah nyata untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih modern, profesional, dan berkelanjutan. (wan/c19/oni)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
