
Co-Founder dan Chief Executive Officer Aruna, Farid Naufal Aslam. (Istimewa)
JawaPos.com - Sebagai satu produsen produk seafood terbesar di dunia, sektor perikanan dan maritim Indonesia kini berada di ambang pertumbuhan yang besar. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun menargetkan peningkatan sebesar 15 persen pada tahun 2024 ini, dibandingkan Rp 12,07 triliun pada tahun 2023 lalu.
Memiliki potensi tangkapan laut sebesar 9 juta ton per tahunnya, ditambah perkembangan cepat yang didorong oleh berbagai inovasi bisnis dan keberlanjutan, serta dukungan pemerintah, memberi sinyal positif untuk kedudukan Indonesia pada ekonomi biru skala global.
Adapun, Infrastruktur kini menjadi tantangan bagi para pemain kunci industri perikanan. Karena rantai pasok perikanan yang panjang dan rumit, menjaga konsistensi kualitas produk menjadi sulit karena banyaknya perantara. Hal ini menimbulkan resiko penundaan, kesalahan dalam penanganan, serta penurunan kualitas.
Selain itu, ketertelusuran yang belum optimal juga mempersulit penelusuran data seafood oleh para konsumen. Hal-hal seperti ini menjadi pemicu timbulnya keperluan untuk mengembangkan infrastruktur dan teknologi untuk terus membangun sektor perikanan Indonesia.
Co-Founder dan Chief Executive Officer Aruna, Farid Naufal Aslam mengatakan, pada panelnya di Seafood Expo Asia membahas usaha Aruna dalam menghadapi tantangan-tantangan ini, serta merealisasikan potensi maritim Indonesia.
Dengan bantuan lebih dari 50,000 nelayan di 150 lokasi di penjuru Indonesia, Aruna berhasil meraih 40,000 ton dalam transaksi tahunan, dan meningkatkan pendapatan nelayan hingga 12 kali lipat. Menggunakan teknologi berbasis data, Aruna dapat menganalisis tren pasar dan menyesuaikan strategi penangkapan di tiap Aruna Hub.
"Dengan ini, Aruna memastikan bahwa tiap nelayan dapat memaksimalkan kinerja mereka tanpa merusak ekosistem laut–sejalan dengan misi Aruna untuk menjadikan laut sebagai sumber penghidupan yang lebih baik untuk semua," kata Farid dalam keterangannya, Selasa (1/10).
Untuk mencapai tujuan ini, Aruna mengintegrasikan rantai pasok perikanan menggunakan inovasi teknologi pada proses bisnisnya di hulu, badan, dan hilir rantai pasok–Aruna memberikan nelayan akses terhadap alat dan informasi pasar yang mereka perlukan, mempersingkat rantai proses dan logistik untuk menjaga kualitas, serta menjaga ketertelusuran melalui ekosistem digital.
"Pendekatan ini membantu Aruna untuk menghadapi tantangan-tantangan industri perikanan serta memberdayakan komunitas pesisirnya," jelasnya.
Dikatakan Farid, Aruna memastikan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir menjadi salah satu inti dari bisnisnya dan memastikan bahwa kesuksesan mereka adalah kesuksesan Aruna. Melalui program seperti GAHAR (Gelombang Hadiah Aruna), Aruna memberdayakan nelayan dan menjaga efisiensi operasi bisnis melalui insentif yang bermanfaat bagi para nelayan.
"Komitmen Aruna terhadap keberlanjutan juga dapat dilihat pada Aruna Zero Waste Hub, pusat pemrosesan limbah cangkang rajungan menjadi pakan ikan. Melalui inisiatif seperti ini, seluruh bagian dari rantai supply memiliki peran dalam melindungi lingkungan dan penghidupan mitra Aruna," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
