Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 September 2024 | 23.44 WIB

Pemprov Jateng Sebut PLTGU Tambak Lorok Blok 3 Milik PLN Dorong Pertumbuhan Investasi

Peresmian pengoperasian PLTGU Tambak Lorok Blok 3 di Semarang pada Jumat (30/8). (Istimewa) - Image

Peresmian pengoperasian PLTGU Tambak Lorok Blok 3 di Semarang pada Jumat (30/8). (Istimewa)

JawaPos.com–Kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok Blok 3 bakal mendorong pertumbuhan investasi sektor industri dan bisnis di Provinsi Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah Boedyo Dharmawan ketika menghadiri agenda peresmian PLTGU Tambak Lorok Blok 3 di Semarang.

”Ini (PLTGU Tambak Lorok Blok 3) pemutakhiran teknologi pembangkitan listrik. Secara teknis lebih efisien, lebih cepat dan akan lebih andal dalam melayani kebutuhan listrik di Jawa Tengah. Kita ketahui bersama bahwa investasi sedang dalam percepatan dan Jawa Tengah dilirik sebagai lahan investasi yang baik,” terang Boedyo.

Tren positif dari percepatan investasi di Jawa Tengah tecermin di antaranya melalui pengembangan Kawasan Industri Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang. Tak hanya itu, pertumbuhan investasi tersebut juga terlihat melalui peningkatan konsumsi listrik di Jawa Tengah yang mencapai 19.594 gigawatt hour (GWh) pada Juli 2024 atau melonjak sebesar 1.550 GWh jika dibandingkan dengan capaian pada Juli 2023 yang sebesar 18.044 GWh.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo siap menyambut peningkatan kebutuhan listrik seiring tren investasi di Jawa Tengah yang terus tumbuh. (Istimewa)

Boedyo Dharmawan menyatakan, sektor ketenagalistrikan memegang peran penting dalam mendorong roda perekonomian.

”Ketenagalistrikan merupakan faktor penting sebagai pendukung roda pembangunan perekonomian di satu wilayah,” kata Boedyo Dharmawan.

Tidak hanya itu, Boedyo juga mengapresiasi penggunaan teknologi PLTGU Tambak Lorok Blok 3 yang sangat ramah lingkungan. Dengan tingkat efisiensi yang mencapai 61 persen jika dibandingkan dengan PLTGU lain, pembangkit tersebut mampu menghindarkan emisi sebesar 671 ribu ton CO2 dalam setahun.

”Saya mengapresiasi teknologi PLTGU Tambak Lorok Blok 3 yang dapat berkontribusi menurunkan emisi. Dengan menggunakan teknologi yang lebih bersih dibanding dengan menggunakan teknologi yang berbasis fosil,” kata Boedyo.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan, pihaknya sangat siap menyambut peningkatan kebutuhan listrik seiring tren investasi di Jawa Tengah yang terus bertumbuh.

”Pembangkit ini memiliki kapasitas maksimal mencapai 779 megawatt (MW) sehingga mampu menghasilkan listrik lebih dari 3.200 GWh dalam setahun. Tambahan pasokan listrik dari Tambak Lorok ini membuat kita makin siap menyambut investasi sekaligus mendorong demand baru di Jawa Tengah yang tiap tahunnya terus meningkat,” terang Darmawan.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah Boedyo Dharmawan. (Istimewa)

Komitmen PLN tersebut tecermin melalui kondisi sistem kelistrikan di Jawa Tengah yang saat ini memiliki daya mampu sebesar 7.221 MW dengan beban puncak mencapai 5.332 MW.

Tak hanya dari sisi pasokan listrik, kehadiran PLTGU Tambak Lorok Blok 3 juga turut mendorong perekonomian Jawa Tengah dengan menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

”Sejak proses konstruksi hingga saat ini beroperasi, PLTGU ini telah menyerap lebih dari 2.100 tenaga kerja yang mayoritas merupakan putra-putri asli dari Jawa Tengah dan sekitarnya,” tambah Darmawan.

Darmawan menegaskan, upaya PLN dalam mengakselerasi transisi energi di Tanah Air berjalan beriringan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore